Bangkok punya sikap tegas. Thailand menyatakan bahwa Kamboja harus menjadi pihak pertama yang mengumumkan gencatan senjata, jika pertempuran mematikan di perbatasan mereka ingin dihentikan. Konflik ini, yang sudah berlangsung lebih dari seminggu, terus memakan korban.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Maratee Nalita Andamo, dengan jelas menyampaikan tuntutan itu di hadapan wartawan di Bangkok.
"Sebagai pihak agresor di wilayah Thailand, Kamboja harus mengumumkan gencatan senjata terlebih dahulu," tegasnya.
Tak cuma itu, Nalita juga menekankan bahwa Phnom Penh harus turut bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di daerah perbatasan. Permintaan itu disampaikan sementara dentuman tembakan masih sesekali terdengar.
Nyatanya, situasinya memang sudah sangat parah. Sejak bentrokan kembali meletus awal bulan ini, sedikitnya 34 nyawa melayang termasuk tentara dan warga sipil. Sekitar 800.000 orang lainnya terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah mereka yang kini jadi zona bahaya. Di sisi Kamboja, data dari kementerian dalam negeri mencatat 17 warga sipil tewas.
Artikel Terkait
AS Setujui Penjualan Senjata Rp 109 Triliun, Apache dan Kendaraan Tempur untuk Israel
Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang