Tiga Pos Siskamling Hidupkan Kembali Semangat Ronda di Koto Tinggi

- Selasa, 16 Desember 2025 | 18:35 WIB
Tiga Pos Siskamling Hidupkan Kembali Semangat Ronda di Koto Tinggi

Di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, suasanya sedikit berbeda belakangan ini. Tiga Pos Siskamling berdiri kembali, menghidupkan sistem keamanan yang sempat redup. Inisiatif Polsek Rambah ini bukan cuma soal membangun pondasi dan atap, tapi lebih pada menyulut kembali semangat gotong royong warga untuk menjaga lingkungan mereka sendiri.

Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, sangat mendukung langkah ini. Menurutnya, gerakan yang digagas Bhabinkamtibmas Polsek Rambah itu selaras dengan instruksi pusat untuk mengaktifkan kembali pos-pos keamanan di tingkat paling dasar.

"Dengan hadirnya kembali pos-pos ini, masyarakat diharapkan bisa lebih waspada," ujar Emil.

"Gangguan keamanan dan ketertiban bisa ditekan, sehingga rasa aman itu betul-betul dirasakan warga di kampung mereka sendiri," tambahnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Bagi Kapolres, ini lebih dari sekadar proyek fisik. Ia melihatnya sebagai cara memperkuat ikatan emosional antara polisi dan masyarakat. Pos Siskamling, dalam pandangannya, jadi ruang obrolan yang cair. Di situlah masalah keamanan didiskusikan, sekaligus tempat edukasi bahwa peran warga itu krusial.

"Kehadiran Polisi di tengah masyarakat, terutama melalui fungsi Bhabinkamtibmas, diharapkan mampu menciptakan suasana nyaman," imbuhnya.

"Kedekatan itu penting, biar masyarakat nggak sungkan untuk ngobrol atau ngasih informasi kalau ada sesuatu yang mengganggu."

Di sisi lain, Kapolsek Rambah AKP Yani Marjoni, yang menjalankan ide di lapangan, mengaku optimis. Baginya, menguatkan Siskamling adalah strategi jitu menciptakan lingkungan yang aman, apalagi di tengau dinamika sosial yang makin kompleks.

Yani menegaskan, suksesnya keamanan lingkungan nggak bisa cuma mengandalkan patroli polisi. Butuh kolaborasi. Butuh kepedulian warga terhadap sekitarnya.

"Dengan pos-pos baru ini, kami berharap semangat ronda malam hidup lagi," kata Yani.

"Solidaritas dan gotong-royong, itu kuncinya. Ketertiban wilayah bisa kita jaga bareng-bareng."

Fungsinya pun jadi multiperan. Selain sebagai benteng pertahanan, pos itu kini jadi titik kumpul. Tempat silaturahmi dan koordinasi antara tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat desa. Imbauan, diskusi soal ancaman kejahatan, atau sekadar berbagi info, bisa mengalir langsung di sana.

Pada akhirnya, kehadiran tiga pos itu adalah simbol. Sebuah tanda bahwa keamanan adalah urusan bersama. Itu wujud nyata kemitraan antara seragam dan warga sipil untuk menciptakan stabilitas di Koto Tinggi. Dengan fasilitas ini, pengawasan warga diharapkan makin ketat, potensi kejahatan ditekan, dan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman bisa terus dijaga.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler