Lantas, untuk apa tim ini dibentuk? Tujuannya disebutkan untuk mendukung digitalisasi pendidikan, lewat sistem operasi Chrome. Program seperti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Merdeka Belajar jadi bagian dari proyek besar ini.
Namun, di balik gembar-gembor transformasi digital itu, tersimpan kerugian yang mencengangkan. Negara disebut rugi hingga Rp 2,1 triliun. Angka sefantastis itu berasal dari dua hal: kemahalan harga pengadaan Chromebook yang mencapai Rp 1,5 triliun lebih, dan pengadaan perangkat CDM senilai Rp 621 miliar yang dianggap tak perlu dan tak bermanfaat sama sekali.
Jelas, skema ini telah memperkaya sejumlah oknum dan korporasi. Modusnya ya klasik: markup harga. Yang menarik, salah satu pihak yang diuntungkan disebutkan adalah mantan Mendikbudristek sendiri, Nadiem Makarim, dengan nilai Rp 809 miliar.
Nadiem sendiri sebenarnya juga terdakwa dalam kasus yang sama. Hanya saja, sidang untuk membacakan dakwaannya harus ditunda. Ia masih dibantarkan di rumah sakit, sehingga persidangannya baru akan digelar pekan depan.
Artikel Terkait
Polisi Coba Pendekatan Religi untuk Atasi Pemotor Lawan Arah di Lebak Bulus
Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo
Wamen Sosial: Sekolah Rakyat Harus Cetak Lulusan Tangguh Hadapi Zaman
Polres Kuansing Hanguskan Belasan Rakit Penambang Emas Ilegal