Keluarga Ahmed menyebut kondisinya stabil. Ia kini sedang menjalani pemulihan di rumah sakit setelah mengalami luka tembak saat berusaha melucuti senjata pelaku.
Para pemimpin dunia menyatakan solidaritas
"Serangan ini dirancang untuk menargetkan komunitas Yahudi Sydney pada hari pertama Hanukkah," kata Minns lagi. "Apa yang seharusnya menjadi malam damai dan penuh sukacita bagi komunitas tersebut, dirayakan bersama keluarga dan pendukung, kini hancur."
Gelombang dukungan dan kecaman pun mengalir dari berbagai penjuru dunia. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menulis di media sosial, "Eropa berdiri bersama Australia dan komunitas Yahudi di mana pun. Kita bersatu melawan kekerasan, antisemitisme, dan kebencian."
Tak hanya dia, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyuarakan hal serupa. Mereka mengecam keras serangan itu dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
Josef Schuster, Presiden Dewan Pusat Yahudi di Jerman, memberikan pernyataan yang lebih tajam.
"Kita harus menyadari bahwa serangan terhadap perayaan Hanukkah ini tidak terjadi secara kebetulan. Ini adalah pola teror antisemit yang sengaja memilih hari raya untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah dan tak berdaya," ujarnya. "Sebagai komunitas Yahudi di Jerman, pikiran kami bersama saudara-saudari kami di Australia."
Bagaimana undang-undang senjata api Australia saat ini?
Sebenarnya, aturan senjata api Australia sudah lama dipandang sebagai standar emas di dunia internasional. Pijakannya adalah reformasi besar-besaran pasca tragedi Tasmania tahun 1996 yang menewaskan 35 orang.
Kala itu, pemerintah meluncurkan program pembelian kembali senjata, memberlakukan pemeriksaan latar belakang dan registrasi nasional, serta membatasi akses terhadap senjata otomatis dan semi-otomatis. Kerangka hukum itu relatif tak berubah sejak diterapkan puluhan tahun lalu. Hingga tragedi Bondi Beach memaksa semua pihak untuk melihat lagi celah-celah yang mungkin ada.
Artikel Terkait
AS Bersiap Merebut Greenland, Bom Waktu Geopolitik di Kutub Utara
WNI Ditahan di Norwegia Usai Kecelakaan Berujung Dua Tewas
WNI Ditahan di Norwegia Usai Kecelakaan Salju Tewaskan Dua Lansia
Remaja Sukoharjo Digigit Kobra yang Diduga Numpang Paket Belanja Online