“Saya kira bagus itu,” kata Prabowo.
“Dan ya, silakan dibebaskan dari PPN, tapi juga diwaspadai (agar) harus diserahkan kepada instansi, (dalam hal ini) Kementerian Dalam Negeri yang menerima dan bertanggung jawab. Dan harus segera dikirim ke daerah bencana,” lanjutnya tegas.
Selain soal bantuan pakaian, Tito juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Totalnya mencapai Rp 268 miliar. Rinciannya, Rp 60 miliar dialokasikan untuk tiga provinsi, sementara Rp 208 miliar lagi untuk 52 kabupaten dan kota yang terdampak.
Pemerintah daerah sendiri sudah diarahkan untuk memprioritaskan kebutuhan individu. Mulai dari pakaian, sabun, sampo, hingga kebutuhan khusus perempuan dan perlengkapan bayi. Itu yang paling mendesak.
Di sisi lain, solidaritas antardaerah juga terus mengalir. Hingga saat ini, bantuan dari daerah lain yang terpantau langsung nilainya sudah mencapai Rp 46 miliar. Bentuknya beragam, ada yang berupa uang tunai, ada juga yang berupa tenaga medis, obat-obatan, makanan, dan tentu saja pakaian. Bantuan-bantuan itu dikirim langsung ke wilayah yang paling parah terdampak, seperti Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah.
Artikel Terkait
Bamsoet Soroti Langkah Prabowo Perkuat Bursa di Tengah Guncangan MSCI
Rakornas 2026 di Sentul: Kunci Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas
Kisah Penculikan Bocah Bekasi Berakhir di Atas Bus Bandung-Merak
DPR Apresiasi Langkah Cepat Danantara Bangun Huntara untuk Korban Bencana Sumbar