Prabowo Setujui Insentif, 125 Ribu Pakaian Reject Disalurkan untuk Korban Bencana

- Selasa, 16 Desember 2025 | 11:20 WIB
Prabowo Setujui Insentif, 125 Ribu Pakaian Reject Disalurkan untuk Korban Bencana

Dalam sidang kabinet yang digelar Senin (15/12) lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian punya usulan menarik. Ia mengusulkan agar 125 ribu potong pakaian reject yang gagal ekspor dari pabrik garmen dalam negeri segera disalurkan untuk korban bencana. Ide ini muncul untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Sidang yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara itu membahas penanganan bencana di Sumatera. Di sana, Tito tak cuma bicara soal pakaian. Ia juga mendorong pemberian izin khusus bagi sektor swasta agar lebih lincah menyalurkan bantuan kemanusiaan saat krisis melanda.

“Kami mohon dukungan dari Bapak Menteri Keuangan dan juga Bapak Menteri Perdagangan ini supaya bisa dikirimkan secepat mungkin 125 ribu pakaian ini,” ujar Tito saat melapor ke Prabowo.

Rupanya, sejumlah perusahaan garmen besar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah menyatakan kesediaannya. Dua perusahaan yang sudah berkoordinasi, misalnya, masing-masing menyiapkan sekitar 100 ribu dan 25 ribu potong. Pakaian-pakaian itu disebut masih layak pakai, cuma gagal tembus standar ekspor.

Respons Prabowo terhadap usulan itu positif. Bahkan, ia langsung menyetujui insentif agar prosesnya makin cepat.

“Saya kira bagus itu,” kata Prabowo.

“Dan ya, silakan dibebaskan dari PPN, tapi juga diwaspadai (agar) harus diserahkan kepada instansi, (dalam hal ini) Kementerian Dalam Negeri yang menerima dan bertanggung jawab. Dan harus segera dikirim ke daerah bencana,” lanjutnya tegas.

Selain soal bantuan pakaian, Tito juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Totalnya mencapai Rp 268 miliar. Rinciannya, Rp 60 miliar dialokasikan untuk tiga provinsi, sementara Rp 208 miliar lagi untuk 52 kabupaten dan kota yang terdampak.

Pemerintah daerah sendiri sudah diarahkan untuk memprioritaskan kebutuhan individu. Mulai dari pakaian, sabun, sampo, hingga kebutuhan khusus perempuan dan perlengkapan bayi. Itu yang paling mendesak.

Di sisi lain, solidaritas antardaerah juga terus mengalir. Hingga saat ini, bantuan dari daerah lain yang terpantau langsung nilainya sudah mencapai Rp 46 miliar. Bentuknya beragam, ada yang berupa uang tunai, ada juga yang berupa tenaga medis, obat-obatan, makanan, dan tentu saja pakaian. Bantuan-bantuan itu dikirim langsung ke wilayah yang paling parah terdampak, seperti Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar