Jenderal Sigit menjelaskan, ribuan personel itu dikerahkan untuk pemulihan bencana di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tak cuma orang, berbagai perlengkapan juga didistribusikan.
Mulai dari kapal untuk mengangkut logistik, helikopter dan pesawat, hingga anjing pelacak (K9) turut diterbangkan ke lokasi. Bahkan, untuk mengatasi kendala komunikasi, Polri mengirimkan 85 unit Starlink. Mereka juga mendirikan puluhan posko tanggap bencana, posko kesehatan, dan dapur umum.
Bantuan logistik pun mengalir. Sudah 224 ton beras, puluhan genset, pompa air, tangki air bersih, dan air mineral dikirimkan untuk korban.
Ucap Sigit menutup paparannya. Upaya pembersihan masjid di Aceh Tamiang itu, meski terlihat lokal, adalah cerminan dari operasi yang jauh lebih masif. Sebuah ikhtiar untuk bangkit bersama pasca bencana.
Artikel Terkait
AS Setujui Penjualan Senjata Rp 109 Triliun, Apache dan Kendaraan Tempur untuk Israel
Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang