Pasar Kramat Jati Terbakar, Pedagang Terima Santunan Rp 5 Juta

- Selasa, 16 Desember 2025 | 09:45 WIB
Pasar Kramat Jati Terbakar, Pedagang Terima Santunan Rp 5 Juta

Asap sudah sirna, tapi bekas kehancuran masih jelas terlihat. Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, yang dilalap api Senin lalu, kini menyisakan ratusan kios hangus. Menanggapi musibah itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dengan memberikan santunan tunai.

Tak tanggung-tanggung, bantuan sebesar Rp 5 juta disalurkan ke masing-masing pedagang yang terdampak. Menurut data yang dihimpun, total ada 121 pedagang penerima bantuan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sendiri datang meninjau lokasi pada Selasa (16/12/2025). Ia menjelaskan alasan pemberian santunan itu.

"Tadi seperti yang Saudara-saudara ketahui, kita memberikan bantuan kepada pedagang, 121 pedagang, masing-masing Rp 5 juta supaya mereka bisa tetap bertahan untuk lima hari ini," ujar Pramono.

Dana itu diharapkan bisa menjadi penyangga bagi para pedagang selama masa-masa awal pemulihan. Soal kerusakannya, cukup parah. Kebakaran disebut melahap sekitar 350 kios, dengan luas area mencapai 6.196 meter persegi. Kalau dirupiahkan, kerugian awalnya diperkirakan tembus Rp 10 miliar. Angka yang tidak kecil.

Namun begitu, ada kabar yang sedikit meringankan. Bangunan pasar yang terbakar ternyata telah diasuransikan.

"Tempat ini diasuransikan, sehingga renovasinya akan ditangani oleh asuransi," jelas Pramono.

Sambil menunggu proses renovasi berjalan, para pedagang tak boleh berhenti berjualan. Pemerintah sudah menyiapkan solusi. Mereka akan direlokasi sementara ke lokasi yang berjarak kira-kira 100 meter dari titik kebakaran. Targetnya, penataan lokasi baru ini bisa selesai dalam waktu lima hari.

Di sisi lain, Pramono tak lupa mengingatkan soal pencegahan. Ia secara khusus meminta pengelola Pasar Jaya untuk memperketat pengawasan, terutama pada sistem kelistrikan. Korsleting listrik, seperti yang sering terjadi, dinilainya sebagai biang kerok kebakaran di pasar tradisional.

"Ke depan, pencegahan harus dilakukan lebih baik," tegasnya. "Terutama soal kelistrikan, agar peristiwa serupa tidak terulang."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler