Remaja Palestina Tewas Tertembak dalam Penggerebekan Israel di Tepi Barat

- Selasa, 16 Desember 2025 | 04:40 WIB
Remaja Palestina Tewas Tertembak dalam Penggerebekan Israel di Tepi Barat

Seorang remaja Palestina tewas setelah ditembak pasukan Israel di Tepi Barat. Peristiwa ini terjadi saat penggerebekan di kota Tuqu, wilayah tenggara Bethlehem, Selasa (16/12/2025).

Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah mengidentifikasi korban sebagai Ammar Yaser Mohammad Taamara, 16 tahun. Menurut pernyataan resmi mereka, remaja itu meninggal akibat peluru yang menembus dadanya.

“Ammar Yaser Mohammad Taamara (16) tewas akibat peluru di dada yang ditembakkan oleh pasukan pendudukan (Israel) selama penggerebekan mereka di kota Tuqu, tenggara Bethlehem,” jelas kementerian tersebut.

Namun begitu, versi militer Israel berbeda. Lewat pernyataan tertulis kepada AFP, mereka menyebutkan telah terjadi "konfrontasi" di lokasi. Sejumlah orang disebut melemparkan batu ke arah tentara.

“Para tentara menggunakan alat pembubaran kerusuhan dan kemudian menembak ke arah provokator utama, dan tembakan tersebut berhasil mengenai sasaran,” ujar juru bicara militer.

Mereka menambahkan bahwa insiden ini sedang dalam proses peninjauan.

Ini bukan kasus pertama. Sejak perang Gaza meletus, ketegangan di Tepi Barat nyaris tak pernah reda. Padahal, gencatan senjata antara Israel dan Hamas sebenarnya sudah berlaku sejak Oktober lalu. Tapi di lapangan, situasinya tetap panas dan berdarah.

Angkanya cukup mencengangkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina yang dihimpun AFP, lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat. Korban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari militan hingga puluhan warga sipil biasa. Serangan itu dilakukan baik oleh pasukan maupun pemukim Israel.

Di sisi lain, setidaknya 44 warga Israel juga menjadi korban. Mereka tewas dalam berbagai serangan atau operasi militer, menurut catatan resmi pemerintah Israel. Konflik ini, seperti biasa, meninggalkan duka di kedua belah pihak.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar