Armada ini, kata dia, bisa disesuaikan dan digeser sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk Sumatera Barat, disiagakan satu helikopter.
Di sisi lain, jaringan posko telah dibangun menjangkau wilayah terdampak. Polri mendirikan 91 posko tanggap bencana. Rinciannya, ada 32 posko logistik, 41 posko kesehatan, dan 21 dapur umum yang beroperasi.
Aspek komunikasi juga jadi perhatian serius. Sigit menyebut pihaknya telah mengirimkan 85 unit Starlink untuk menjaga koneksi tetap lancar di lokasi bencana. Bantuan logistik dasar pun mengalir: 224 ton beras, puluhan genset, pompa air, tangki air bersih, dan air mineral.
“Kami telah melayani kegiatan-kegiatan yang terkait kebutuhan kesehatan, ada 24.439 korban yang sudah kami layani termasuk pemeriksaan DVI 1.015 korban bencana,” tutup Sigit melaporkan capaian yang telah dilakukan.
Laporan itu menggambarkan skala operasi yang masif. Upaya pemulihan masih panjang, namun langkah-langkah awal telah dijalankan dengan sigap.
Artikel Terkait
Selandia Baru Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Kapolres Jaksel Ngopi di Gang Manggarai, Dengar Keluhan Warga Soal Tawuran dan Narkoba
Kebon Pala Terendam Dua Meter, Polairud Berjibaku Evakuasi Warga
Haedar Nashir Kritik Wacana Polri di Bawah Kementerian: Itu Mundur dari Reformasi