Minggu pagi itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memilih menghabiskan waktunya dengan blusukan. Tujuannya: dua Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Agenda hari itu padat, dimulai dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 di Kota Probolinggo, lalu meluncur ke SRT 48 di Kabupaten Pasuruan. Rangkaian kunjungan ditutup dengan sebuah pemandangan yang cukup unik: menyaksikan latihan Polisi Cilik di halaman Polres Pasuruan.
Begitu tiba di SRT 7 Probolinggo, Gus Ipul langsung disambut meriah. Suara hadrah dan paduan suara siswa menyemarakkan suasana. Tak cuma itu, ada juga pembacaan puisi dan bahkan pidato berbahasa asing. Salah satu siswa, Riski Aulia, dengan percaya diri berpidato menggunakan bahasa Jepang. Menurut pengakuannya, ia belajar bahasa itu secara otodidak, cuma bermodal gawai.
Mendengar hal itu, Gus Ipul langsung menyemangati.
"Insya Allah kamu bisa kuliah ke Jepang, bisa bekerja di Jepang, dan menjadi tenaga terampil di sana," ujarnya.
Ia lalu menambahkan, bagi teman-teman Riski yang punya cita-cita serupa, tak ada salahnya untuk mulai belajar dari sekarang.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat ini memang punya visi yang lebih dari sekadar tempat belajar biasa. Ia menyebutnya sebagai pintu hilirisasi masa depan. Intinya, setelah lulus, para siswa nggak akan dibiarkan bingung. Mereka akan difasilitasi. Mau lanjut kuliah? Ada KIP Kuliah. Memenuhi syarat untuk Sekolah Garuda? Bisa. Atau langsung terjun ke dunia kerja sebagai tenaga terampil dan wirausaha? Juga disiapkan.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat
Pedagang Sayur di Sepatan Diamankan Polisi, Sembunyikan Puluhan Pil Tramadol