Paskibra Sumedang Dapat Pesan Khusus: Jangan Jadikan Buku Empat Pilar Sekadar Pajangan

- Minggu, 14 Desember 2025 | 12:05 WIB
Paskibra Sumedang Dapat Pesan Khusus: Jangan Jadikan Buku Empat Pilar Sekadar Pajangan

Suasana di Ecotheater Rancakalong, Sumedang, Sabtu lalu, cukup berbeda. Di tengah semarak Festival Cut Nyak Dien 2025, puluhan siswa anggota Paskibra Kabupaten Sumedang berkumpul. Mereka bukan hanya berlatih baris-berbaris, tapi juga menyimak sosialisasi Empat Pilar MPR yang digelar dalam rangkaian acara bertajuk “Nada dan Doa Spirit Cut Nyak Dien untuk Indonesia”.

Plt Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah, yang hadir sebagai pemateri, punya pesan langsung. Ia mendorong para siswa untuk tak sekadar menghafal, tapi benar-benar meresapi dan mempraktikkan nilai-nilai dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam keseharian mereka.

“Buku-buku sosialisasi yang sudah dibagikan ini, jangan cuma jadi pajangan,” kata Siti Fauziah, Minggu (14/12/2025).

“Bacalah, hayati, lalu terapkan.”

Menurutnya, buku-buku seperti Sosialisasi Empat Pilar MPR dan UUD NRI Tahun 1945 itu harus benar-benar hidup di tangan generasi muda.

Dalam paparannya, Siti mengajak para peserta untuk belajar dari sejarah. Ia menyinggung nasib Uni Soviet dan Yugoslavia yang terpecah-belah. Beberapa negara lain, sampai sekarang, masih dilanda konflik dan perang saudara yang tak kunjung usai. Lalu, apa rahasia Indonesia? Negara yang begitu luas dan penuh keragaman ini, bagaimana bisa tetap bertahan?

“Jawabannya ada pada Pancasila,” tegas Siti.

Untuk itulah, ia berharap para anggota Paskibraka ini bisa menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut. Contoh nyatanya bisa dilihat dari pagelaran “Ekosistem Budaya Kasumedangan” yang juga digelar dalam festival ini. Itu adalah wujud nyata pelestarian seni tradisional, yang sejalan dengan semangat Pancasila.

“Siswa Paskibra harus terlibat langsung. Bisa dengan menari atau menyanyikan lagu tradisional,” ujarnya.

“Jangan sampai kita melupakan kebudayaan kita sendiri.”

Siti juga bercerita tentang sebuah pencapaian yang membanggakan. Pada Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat SLTA di Jakarta, November lalu, para peserta menunjukkan kemampuan hafalan yang luar biasa terhadap pasal-pasal UUD.

“Mereka hafal betul. Dalam lomba, jika ditanya rumusan sebuah pasal, mereka harus menyebutkannya persis tanpa ada satu kata pun yang salah,” katanya dengan nada kagum.

Tapi, hafalan saja tidak cukup. Itu hanya langkah pertama. Siti Fauziah punya harapan yang lebih dalam. Ia ingin pasal-pasal itu hidup dalam tindakan sehari-hari.

“Saya berharap buku sosialisasi ini jangan sampai jadi ‘bantal’,” pungkasnya, disambut tawa.

“Pelajarilah bersama. Kita hayati isinya, lalu kita wujudkan dalam kehidupan nyata.”

Acara sosialisasi itu sendiri turut dihadiri oleh Sekda Pemkab Sumedang, Tuti Ruswati. Hadir pula sebagai narasumber, Asda I Pemkab Sumedang Dian Sukmara dan Raden Taufiq Gunawansyah, yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Sumedang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler