Festival Kasih Nusantara 2025: Ibadah, Barongsai, dan Kulintang Warnai Perayaan Natal di TMII

- Minggu, 14 Desember 2025 | 09:45 WIB
Festival Kasih Nusantara 2025: Ibadah, Barongsai, dan Kulintang Warnai Perayaan Natal di TMII

Menjelang akhir tahun 2025, suasana Natal bakal terasa meriah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kementerian Agama, bersama umat Kristiani dari berbagai denominasi, akan menggelar Festival Kasih Nusantara di sana pada tanggal 29 Desember.

Rencananya, acara ini bakal dimulai lebih sore. Sekitar pukul lima sore, para ASN Kemenag yang beragama Kristen Protestan dan Katolik serta keluarganya akan berkumpul untuk ibadah Natal terlebih dahulu.

Menurut Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, ibadah tersebut direncanakan berlangsung sekitar satu setengah jam.

"Dalam rangka perayaan Natal 2025, umat Kristiani akan menggelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kementerian Agama," jelas Jeane dalam sebuah keterangan, Minggu (14/12/2025).

"Ini menjadi momentum merajut kebersamaan ASN Kementerian Agama yang beragama Kristen Protestan dan Katolik, beserta keluarganya."

Setelah momen sakral itu usai, barulah festival budayanya dimulai. Panggung diperkirakan akan hidup sekitar pukul 19.30 WIB. Yang menarik, pertunjukan yang ditampilkan justru datang dari berbagai latar kepercayaan. Nanti akan ada Barongsai dari umat Khonghucu, lalu Paduan Suara Anak Buddha, dan juga Tari Bali dari Hindu.

Ini jelas bukan sekadar perayaan biasa. Menteri Agama sendiri rencananya hadir. Kabarnya, beliau akan meluncurkan dua hal: Buku Ekoteologi dan juga Kurikulum Berbasis Cinta di tengah acara.

Nuansa kebersamaan lintas iman itu nantinya akan ditutup dengan sesuatu yang spesial: sebuah performa musik Kulintang yang dibawakan dari gereja. Sebuah penutup yang simbolis, merangkum semangat acara ini tentang persaudaraan dalam keberagaman.

Festival Kasih Nusantara ini, seperti diungkapkan Jeane, pada dasarnya adalah sebuah simbol. Simbol kebersamaan dan persaudaraan yang ingin ditenun di atas kain keberagaman Indonesia yang begitu kaya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar