Prabowo Turun Langsung ke Posko Banjir Langkat, Janjikan Penanganan Total

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 18:35 WIB
Prabowo Turun Langsung ke Posko Banjir Langkat, Janjikan Penanganan Total

Hari ini, suasana di posko pengungsian banjir yang berlokasi di MAN 1 Langkat, Sumatera Utara, sedikit berbeda. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto langsung menyedot perhatian. Tujuannya jelas: meninjau langsung kondisi dan memastikan bantuan untuk warga terdampak benar-benar sampai.

Rombongan yang mendampingi Presiden terbilang lengkap. Dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, hingga sejumlah menteri kabinet dan pimpinan TNI-Polri turut hadir. Mereka tampak serius mendengarkan laporan dari lapangan, sambil sesekali menyapa warga yang berada di sekitar.

Begitu tiba, Prabowo tak langsung berpidato. Ia lebih dulu menyambangi para pengungsi dan relawan, berjabat tangan, menanyakan kabar. Raut lelah di wajah para relawan yang telah berjaga berhari-hari seolah terobati sejenak. "Terima kasih atas kerja keras Bapak dan Ibu semua," ucap Presiden, yang juga menyampaikan apresiasi tinggi pada TNI, Polri, dan seluruh petugas di garis depan.

"Saya datang melihat langsung keadaan di sini. Kekurangan-kekurangan sudah dilaporkan kepada saya dan akan segera kita atasi," kata Prabowo, Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, laporan dari Gubernur Bobby Nasution menyebutkan beberapa hal mendesak yang butuh penanganan segera. Persoalan air bersih dan minum, misalnya. Lalu, perbaikan tanggul yang rusak parah akibat terjangan banjir juga tak bisa ditunda.

"Panglima TNI akan mengerahkan kekuatan, Kementerian PU akan turun, Angkatan Darat dan Kepolisian juga akan kita kerahkan. Semua kekuatan kita akan kita gunakan," tegas Prabowo.

Memang, situasi di Sumut secara umum sudah mulai membaik. Tapi pemerintah pusat tak mau lengah. Pemantauan akan terus dilakukan dari hari ke hari, hingga semuanya benar-benar terkendali. "Mudah-mudahan dengan kekuatan kita semua, kita akan bisa mengendalikan ini," harapnya.

Presiden juga menyampaikan pesan yang lebih personal. "Saudara-saudara adalah bagian dari kami semua. Kita adalah keluarga. Kami tidak akan meninggalkan kalian sendiri," tuturnya, berusaha meyakinkan para korban bencana.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melaporkan langsung soal pemenuhan kebutuhan dasar. Saat meninjau dapur umum, ia menjelaskan skala bantuan pangan yang disediakan.

"Di sini disediakan 6.000 porsi makanan setiap hari, jadi sekali masak 3.000 porsi," kata Saifullah kepada Presiden.

Gus Ipul menegaskan, operasional dapur umum dipastikan berjalan optimal. Distribusi logistik harus lancar, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Selain makanan, bantuan psikososial juga terus digelar, dengan koordinasi yang diperkuat antar sektor.

Pada akhirnya, kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Kehadiran langsung Presiden di tengah lumpur dan keprihatinan memberikan suntikan semangat yang nyata bagi pengungsi dan para relawan. Sekaligus menjadi penegasan: negara hadir, dan penanganan terpadu akan terus dilakukan hingga warga bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar