Di sisi lain, harapan warga sebenarnya jelas. Mereka mendambakan akses jalan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten cepat dipulihkan. Ini penting untuk mobilitas dan agar bantuan bisa sampai dengan lancar. Selain itu, dengan bulan Ramadan yang sebentar lagi tiba, keinginan untuk memiliki rumah singgah sementara semakin mendesak.
Paparnya lebih lanjut. Muzani, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra, turut menyoroti nasib pendidikan anak-anak. Pemerintah, lewat Kementerian Pendidikan, berupaya menyalurkan perlengkapan sekolah lengkap agar aktivitas belajar bisa kembali berjalan.
Tuturnya. Tak cuma itu, ada beberapa kebijakan lain yang dijanjikan. Layanan BPJS Kesehatan akan digratiskan untuk korban bencana, begitu juga dengan layanan sertifikasi tanah dari BPN. Upaya ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban administrasi warga yang sedang berjuang.
Soal penanganan darurat, Muzani memberi apresiasi tinggi. Dukungan dari TNI, Polri, BNPB, Kementerian Sosial, serta para relawan dan lembaga sosial dinilainya luar biasa. Semangat gotong royong, kata dia, adalah warisan berharga bangsa yang tak pernah padam.
Pungkas Muzani menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
AS Setujui Penjualan Senjata Rp 109 Triliun, Apache dan Kendaraan Tempur untuk Israel
Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang