Pernyataan resmi junta militer Myanmar menampik tuduhan bahwa mereka menargetkan warga sipil. Bantahan ini muncul sebagai respons atas serangan udara mematikan yang menghantam sebuah rumah sakit di negara bagian Rakhine, Rabu malam lalu. Menurut laporan, serangan itu menewaskan sedikitnya 33 orang.
Malam itu, sebuah jet militer menjatuhkan bom di rumah sakit umum Mrauk-U. Lokasinya di wilayah barat yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Keadaan di lokasi pasca-serangan digambarkan sangat mengenaskan.
Namun begitu, versi junta sungguh berbeda. Melalui media pemerintah, Global New Light of Myanmar, mereka bersikeras bahwa korban yang jatuh bukanlah orang biasa.
Klaim itu dikutip dari artikel media tersebut, seperti dilaporkan AFP hari Sabtu. Pernyataan ini tentu saja memicu kecaman lebih luas.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Tegaskan Takbiran Diperbolehkan, Konvoi dan Petasan Dilarang
TNI Tunggu Instruksi Presiden Prabowo untuk Pengiriman Pasukan ke Gaza
Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Bangka Selatan, Sita 10,53 Gram
TNI Gelar Penyelidikan Internal Terkait Kasus Penyiraman Aktivis KontraS