“Setelah kami cek, alhamdulillah SIM-nya ada. Kemungkinan, faktor pengalaman yang kurang,” tambahnya.
Sementara itu, penyebab insiden masih digali lebih dalam. Dari informasi yang beredar, biasanya mobil MBG datang lebih dulu sebelum para siswa tiba di sekolah.
“Biasanya mobil sudah parkir di depan sebelum anak-anak berbaris. Jalan di lokasi itu agak menanjak. Dugaan sementara, sopir panik saat pindah gigi dari dua ke satu, sehingga salah menginjak pedal gas,” ungkap Dadan memaparkan skenario yang mungkin terjadi.
Akibat kejadian itu, korban mencapai 20 orang. Sopir sendiri mengaku salah injak pedal, yang membuat kendaraannya melaju dan menabrak belasan siswa serta seorang guru.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka