Suasana pagi di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, tiba-tiba ricuh. Sebuah mobil pengantar makan bergizi gratis tiba-tiba nyelonong masuk area sekolah. Kecelakaan itu menabrak seorang guru dan beberapa siswa. Hingga kini, polisi masih memeriksa sopir yang bertanggung jawab atas mobil itu, seorang pria berinisial AI.
Menurut sejumlah saksi, kejadian berlangsung cepat dan mencekam. Dari pemeriksaan awal, sopir mengaku salah menginjak pedal. “Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, tanjakan,” jelas Kapolsek Cilincing, Kompol Bobi Subasri, Kamis lalu.
“Nah kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti.”
Bob melanjutkan, “Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem. Katanya remnya nggak pakem. Karena takut mau nabrak, dia injek yang dalam. Nah, kirain itu rem, ternyata gas.”
Namun begitu, penjelasan itu masih dugaan sementara. Polisi belum bisa menyimpulkan banyak hal. Pemeriksaan lanjutan masih terus dilakukan, baik terhadap sopir maupun kernet yang ikut, seorang pria berinisial MRR. Tim di lapangan juga masih mengolah TKP dengan cermat.
“Itu untuk sementara ya,” tegas Bobi, menekankan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. “Tapi kita belum bisa ini, masih olah TKP dulu ya.”
Insiden ini tentu meninggalkan kepanikan. Nuansa naratifnya jelas: sebuah rutinitas pagi yang berubah jadi kekacauan dalam sekejap. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman, justru jadi lokasi kejadian yang memicu tanda tanya besar. Polisi berjanji akan mengusut tuntas.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026