"Dia sendirian saat ditangkap di La Paz," ujarnya. Arce lalu dibawa menggunakan minibus berkaca gelap ke kantor polisi. "Ini mengejutkan. Dia sama sekali tidak menerima pemberitahuan apa pun sebelumnya," tambah Prada.
Di sisi lain, pemerintah kini justru menyambut baik langkah ini. Dalam sebuah konferensi pers, Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Oviedo dengan tegas menyebut Arce sebagai "orang utama yang bertanggung jawab". Kerugian negara yang dituduhkan mencapai 51 juta dolar AS, atau sekitar Rp 850 miliar.
Kasus ini juga menjerat nama lain. Lidia Patty, mantan anggota parlemen sayap kiri, sudah lebih dulu ditangkap pekan lalu. Dia diduga menerima hampir 100 ribu dolar AS atau setara Rp 1,6 miliar untuk sebuah proyek budidaya tomat yang mencurigakan.
Menurut sejumlah sumber di kejaksaan Bolivia yang berbicara kepada AFP, Arce akan menghadapi tuduhan serius. Dia harus menjawab soal kelalaian dalam tugas dan yang tak kalah berat: pelanggaran ekonomi. Situasi yang pasti akan memanas dalam beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Siswa SRMA 1 Aceh Besar Bagikan Takjil dan Pererat Silaturahmi di Ramadan
Adira Finance Salurkan Rp8 Triliun Pembiayaan Baru hingga Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Jakarta dan Kepulauan Seribu 17 Maret 2026
PAM JAYA Dukung Mudik Gratis DKI, 15 Bus Antar Ribuan Warga ke Kampung Halaman