Mantan Presiden Bolivia Ditangkap, Terkait Dugaan Korupsi Rp850 Miliar

- Kamis, 11 Desember 2025 | 12:50 WIB
Mantan Presiden Bolivia Ditangkap, Terkait Dugaan Korupsi Rp850 Miliar

Luis Arce, mantan Presiden Bolivia, ditangkap di La Paz pada Rabu kemarin. Penangkapan ini terkait dengan penyelidikan kasus korupsi yang diduga terjadi saat dia masih menjabat sebagai Menteri Perekonomian. Usianya kini 62 tahun.

Dia tak lagi mencalonkan diri dalam pemilu Agustus lalu, yang sekaligus mengakhiri dua dekade pemerintahan sayap kiri di negara itu. Masa kepresidenannya dari 2020 hingga November 2025 memang penuh gejolak. Kelangkaan bahan bakar dan devisa yang parah memicu gelombang unjuk rasa di berbagai kota.

Menariknya, penyelidikan ini sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Menurut laporan AFP, kasusnya berawal dari masa dia masih mendampingi Evo Morales, yang memimpin Bolivia dari 2006 hingga 2019. Inti tuduhannya, Arce diduga mengizinkan aliran dana negara ke rekening pribadi sejumlah politisi.

Maria Nela Prada, mantan koleganya, menggambarkan detik-detik penangkapan itu.

"Dia sendirian saat ditangkap di La Paz," ujarnya. Arce lalu dibawa menggunakan minibus berkaca gelap ke kantor polisi. "Ini mengejutkan. Dia sama sekali tidak menerima pemberitahuan apa pun sebelumnya," tambah Prada.

Di sisi lain, pemerintah kini justru menyambut baik langkah ini. Dalam sebuah konferensi pers, Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Oviedo dengan tegas menyebut Arce sebagai "orang utama yang bertanggung jawab". Kerugian negara yang dituduhkan mencapai 51 juta dolar AS, atau sekitar Rp 850 miliar.

Kasus ini juga menjerat nama lain. Lidia Patty, mantan anggota parlemen sayap kiri, sudah lebih dulu ditangkap pekan lalu. Dia diduga menerima hampir 100 ribu dolar AS atau setara Rp 1,6 miliar untuk sebuah proyek budidaya tomat yang mencurigakan.

Menurut sejumlah sumber di kejaksaan Bolivia yang berbicara kepada AFP, Arce akan menghadapi tuduhan serius. Dia harus menjawab soal kelalaian dalam tugas dan yang tak kalah berat: pelanggaran ekonomi. Situasi yang pasti akan memanas dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar