Pernyataan itu sekaligus menegaskan urgensi pemulihan. Setelah bencana alam sebagai pembunuh utama, giliran penyakitlah yang mengintai. Ibu hamil yang terlambat ditolong dan pasien gagal ginjal yang tak bisa cuci darah menjadi korban berikutnya.
"Temuan ini mempertegas pentingnya percepatan pemulihan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang aksesnya masih terisolasi," jelasnya.
Pekerjaan rumah lainnya adalah alat-alat kesehatan yang terendam air dan lumpur. Pembersihan awal sudah dilakukan dengan bantuan TNI dan Polri. Bahkan, rencananya teknisi khusus akan didatangkan dari Jakarta untuk mengevaluasi kerusakan. Alat yang bisa diperbaiki akan segera ditangani, sementara yang tidak, akan diganti tanpa menunggu lama. Logikanya sederhana: layanan kesehatan tidak boleh berhenti.
Di sisi lain, peran tenaga kesehatan sendiri tak bisa diremehkan. Mereka adalah tulang punggung pemulihan ini. Meski banyak di antara mereka yang juga menjadi korban, semangat untuk kembali melayani masyarakat tetap menyala.
Sayangnya, banyak dari mereka yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar keluarganya sendiri, terutama yang bertugas di rumah sakit yang belum pulih. Budi pun mengajukan usulan.
"Untuk enam rumah sakit ini, keluarganya susah makan. Kalau saya boleh, ada dapur umum diprioritaskan buat tenaga Kesehatan dan tenaga medis biar hidupnya tenang," ujarnya.
Dukungan dari berbagai pihak, menurut Budi, membuat pemulihan fasilitas kesehatan terus menunjukkan titik terang. Setiap hambatan ditangani selangkah demi selangkah.
Memang, jalan menuju pemulihan total masih panjang. Tapi langkah-langkah konkret yang diambil hari ini setidaknya memberi sinyal positif. Fasilitas kesehatan Aceh perlahan tapi pasti bergerak menuju normal. Kementerian Kesehatan berjanji akan mengawal proses ini sampai semua layanan kembali berfungsi optimal.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Bandara Soetta Tambah 735 Penerbangan
Golkar Desak Kajian Mendalam Sebelum WFH untuk Hemat BBM Diterapkan
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Rumah Sakit, 400 Orang Tewas
Polisi Kembalikan Mobil dan Kambing Hasil Perampokan Sadis ke Pasangan Lansia di Cileungsi