Di tengah kerumunan yang memadati Tennis Indoor Senayan, Rabu (10/12/2025), suara Natalius Pigai terdengar lantang. Menteri HAM itu menegaskan satu hal: hak asasi manusia adalah aset paling berharga yang kita miliki. Bahkan, ia menyebutnya sebagai "intangible asset" termahal di dunia ini.
"HAM itu aset. Titik. Aset yang tak kasat mata, tapi nilainya tak terkira," ujarnya.
Menurut Pigai, nilai dari aset inilah yang mendasari segala bentuk solidaritas. Ia lalu bercerita tentang pengalamannya mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB di New York. Saat itu, ruang sidang seolah bergema dengan satu suara.
"Seluruh dunia terpaku. Dari Presiden Macron, PM Kanada, sampai pemimpin Australia. Hampir seluruh perwakilan Amerika Latin, Amerika Utara, sebagian Afrika, Asia, dan Eropa semua mengungkapkan hal yang sama," kenang Pigai.
Suara mereka, lanjutnya, adalah jeritan kemanusiaan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.
Artikel Terkait
53 Korban Longsor Cisarua Dievakuasi, 27 Orang Masih Hilang
Rektor Unilak Dukung Penuh Polri Tetap di Bawah Presiden
Daan Mogot Lumpuh Lagi, Genangan 30 Cm Picu Antrean 5,5 Km
Mobil Hangus Terbakar di Lapangan Parkir Citeureup Diduga Akibat Korsleting