Badai Terjang Kapal, Ribuan Kayu Legal Serbu Pantai Lampung

- Selasa, 09 Desember 2025 | 18:50 WIB
Badai Terjang Kapal, Ribuan Kayu Legal Serbu Pantai Lampung

Pantai Tanjung Setia di Lampung mendadak dipenuhi oleh tumpukan kayu gelondongan. Kejadian ini langsung menarik perhatian, apalagi karena pada batang-batang kayu itu terpasang label bertuliskan Kementerian Kehutanan. Banyak yang menduga, kayu-kayu ini hanyut terbawa banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Sumatera belum lama ini.

Tapi, dugaan itu dibantah langsung oleh pemerintah.

Kementerian Kehutanan akhirnya buka suara. Lewat Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan, Ade Mukadi, mereka menegaskan bahwa kayu-kayu tersebut bukanlah korban banjir. "Kayu yang ditemukan di Lampung bukan kayu hanyut akibat banjir di Sumatera," tegas Ade saat memberikan keterangan pers, Selasa (9/12/2025).

Lantas, dari mana asalnya?

Menurut Ade, ini bermula dari insiden laut. Sebuah kapal tugboat yang sedang mengangkut kayu legal mengalami kecelakaan. Mesinnya mati dan kemudian diterpa badai pada Kamis, 6 November 2025. Akibatnya, sejumlah kayu yang diangkut terlepas dan terbawa arus hingga ke pesisir Lampung.

"Sehingga ada banyak kayu yang jatuh dari tugboat tersebut," jelasnya.

Kapal itu sendiri diketahui mengangkut kayu dari PT. Minas Pagai Lumber di Mentawai, berdasarkan perizinan yang sah. Polda Lampung bersama Balai PHL setempat sudah turun ke lokasi untuk memeriksa langsung keadaan di pantai Pesisir Barat itu.

Soal label dan barcode yang mencolok itu, Ade pun memberikan penjelasan. Itu bukan sekadar tempelan biasa.

"Barcode di kayu adalah penanda SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu)," terang dia.

Sistem itu fungsinya untuk menelusuri asal-usul kayu, memastikan keabsahannya, dan mencegah praktik penebangan liar atau illegal logging. Jadi, kehadiran label itu justru menjadi bukti bahwa kayu tersebut berasal dari sumber yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari pantauan di lapangan, volume kayu yang terdampar tidak sedikit. Diperkirakan mencapai 4.800 kubik, dengan berbagai jenis. Label pada kayu-kayu itu selain mencantumkan nama Kementerian Kehutanan RI dan PT Minas Pagai Lumber, juga menampilkan logo SVLK Indonesia di bawah kode batangnya.

Rencananya, kayu-kayu tersebut sedang dalam perjalanan dari Sumatera Barat untuk dikirim ke Pulau Jawa. Namun, perjalanannya terpaksa berakhir lebih awal di tepi Pantai Tanjung Setia karena musibah yang menimpa kapal pengangkutnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler