Badan Meteorologi Jepang kemudian mengonfirmasi tingginya.
"Kedua gelombang berukuran 40 sentimeter," jelas mereka.
Meski ketinggiannya tidak ekstrem, dampak gempa ternyata cukup serius. Siaran NHK, misalnya, menayangkan rekaman langsung yang memperlihatkan pecahan kaca dan puing berserakan di jalan-jalan kota Hachinohe, Aomori. Kekacauan itu diduga menyebabkan sejumlah orang terluka.
Seorang karyawan hotel di kota tersebut mengaku melihat langsung korban-korban luka, meski rinciannya masih simpang siur.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia juga melaporkan kejadian ini. Catatan mereka sedikit berbeda, yakni memperbarui kekuatan gempa menjadi M 7,3. Namun begitu, intinya sama: gempa besar memang telah terjadi dan meninggalkan jejak.
Keadaan kini perlahan mulai tenang. Peringatan tsunami telah dicabut. Namun, rasa was-was dan ingatan akan guncangan hebat itu masih jelas tertinggal.
Artikel Terkait
Polisi Megamendung Amankan 30 Botol Miras dalam Patroli Ramadan
Amri/Nita Akui Masalah Konsistensi Usai Gagal ke Final Swiss Open
Netizen Indonesia Ramai-ramai Menjodohkan Barron Trump dengan Putri Kim Jong-un
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Pekan Depan