Dua pelari tewas dalam ajang lari trail Siksorogo Lawu Ultra 2025. Peristiwa tragis ini langsung memicu respons dari panitia. Mereka berjanji bakal mengevaluasi rute lomba dan menambah jumlah tim medis di lapangan.
Menurut Rachmat Septiyanto, Direktur Acara Siksorogo, evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan. "Yang pertama, soal rute, jelas akan kita tinjau ulang," katanya.
Ia melanjutkan, penambahan tenaga medis juga menjadi prioritas. "Kemudian untuk tenaga medisnya, mungkin akan kita tambah," ujar Rachmat, seperti yang dilaporkan Senin (8/12/2025).
Di sisi lain, tim evakuasi juga tak luput dari perhatian. Rencananya, personel akan disebar ke lebih banyak titik sepanjang jalur lomba.
"Terus untuk, apa namanya, tim evakuasi harus kita sediakan di lebih banyak lagi titik-titiknya," ungkapnya. Tujuannya jelas: agar penanganan insiden darurat bisa dilakukan jauh lebih cepat.
Rachmat mengakui, jumlah peserta tahun ini melonjak signifikan. Tak kurang dari 5.700 pelari, baik dari dalam maupun luar negeri, memadati start line. "Karena memang tahun ini juga sebenarnya kebetulan pesertanya yang lebih banyak," katanya.
Ia menyadari, lonjakan peserta itu mungkin jadi salah satu faktor. "Makanya mungkin kita kurang personel," tuturnya.
Selain itu, ada perubahan rute yang patut dicatat. Untuk edisi 2025 ini, rute yang dilalui disebut lebih panjang dan lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perubahan ini tentu menambah tingkat kesulitan lomba.
Kini, evaluasi tengah digodok. Semua itu demi keamanan peserta di event-event mendatang.
Artikel Terkait
Royal Dinner Mangkunegaran ke-269 Sajikan Filosofi Keprajuritan Lewat Tujuh Hidangan Khas
Halte Transjakarta Manggarai Ditutup Sementara Mulai 6 Mei 2026 Imbas Pembangunan LRT
Pengacara Kembali Gugat Jokowi soal Ijazah, Kuasa Hukum: Tak Ada Putusan yang Perintahkan Perlihatkan Ijazah
Arsenal Pastikan Tiket Final Liga Champions Usai Taklukkan Atletico Madrid 1-0