“Tim survei akan turun hari ini juga. Saya mendorong agar segera dibuatkan jembatan darurat supaya akses warga tetap bisa berjalan.”
Namun begitu, permintaannya tidak berhenti di situ. Jojon merasa ini adalah alarm untuk mengecek kondisi infrastruktur secara lebih luas. Menurutnya, jalan dan jembatan adalah urat nadi yang menghidupi segala aktivitas, mulai dari perekonomian, lalu lintas, hingga perjalanan anak-anak ke sekolah.
Ia pun menekankan perlunya penanganan yang serius dan menyeluruh.
“Kalau bisa, audit infrastruktur perlu dilakukan. Bukan cuma di jembatan Keramatjaya ini, tapi semua jembatan yang ada di Pandeglang,” tegasnya.
Insiden di desa kecil itu, di sisi lain, menyisakan pekerjaan rumah yang mendesak. Warga kini terpaksa mencari jalan memutar yang jauh, sambil menunggu tindakan nyata dari pemkab.
Artikel Terkait
Ketika Berbuat Baik Bisa Berujung Jeruji: Alarm Sosial dari Kasus Hogi
Anggaran Rp808 Miliar Menganggur, Krisis Air Padang Dinilai Gagal karena Lambannya Respons Pemkot
Tiga Daerah Serius Garap Sekolah Rakyat, Jabo: Proposal Harus Beres Dulu
Wacana Penempatan Polri di Bawah Kementerian: Langkah Maju atau Mundur dari Reformasi?