“Saya kasih Rp 4 M,” ucapnya.
Langkahnya tak berhenti di situ. Perhatian kemudian beralih ke tingkat provinsi. Prabowo meminta Tito untuk juga mengalirkan dana yang lebih besar ke sana. Dia menyebut angka Rp 20 miliar, khusus untuk provinsi yang paling berat menanggung beban bencana.
“Kemudian untuk provinsi, untuk provinsi nanti dihitung, itu dihitung,” katanya, sambil berpikir sejenak. “Provinsi paling besar mana? Yang paling berat ya? Kirim Rp 20 miliar.”
Instruksi itu disampaikan dalam suasana malam di posko bencana. Gaya bicaranya spontan, langsung ke pokok persoalan. Terasa sekali nuansa keprihatinan sekaligus keinginan untuk bertindak cepat, jauh dari kesan rapat yang berbelit-belit. Fokusnya satu: bantuan harus segera turun ke daerah yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Gubernur Pramono Anung Hentikan Sementara Operasi RDF Rorotan Usai Tekanan Warga
Fadli Zon Usulkan Indonesia Spotlight di IFFR dan Percepatan Repatriasi Koleksi Raden Saleh
Jalan Salah Danasamsita Ambles, Wali Kota Bogor Tutup Akses Sementara
Misteri di Pinggir Tol: Pria Tewas di Dalam Mobil yang Masih Menyala