“Saya kasih Rp 4 M,” ucapnya.
Langkahnya tak berhenti di situ. Perhatian kemudian beralih ke tingkat provinsi. Prabowo meminta Tito untuk juga mengalirkan dana yang lebih besar ke sana. Dia menyebut angka Rp 20 miliar, khusus untuk provinsi yang paling berat menanggung beban bencana.
“Kemudian untuk provinsi, untuk provinsi nanti dihitung, itu dihitung,” katanya, sambil berpikir sejenak. “Provinsi paling besar mana? Yang paling berat ya? Kirim Rp 20 miliar.”
Instruksi itu disampaikan dalam suasana malam di posko bencana. Gaya bicaranya spontan, langsung ke pokok persoalan. Terasa sekali nuansa keprihatinan sekaligus keinginan untuk bertindak cepat, jauh dari kesan rapat yang berbelit-belit. Fokusnya satu: bantuan harus segera turun ke daerah yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Rute Pelarian dan Ganti Baju Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
Jakarta Method: Sejarah Gelap Ibu Kota sebagai Sandi Perang Dingin
Lebaran 2026: 189 Ribu Kendaraan Telah Melintasi Cirebon di Aroma Mudik
Putra Ali Khamenei Dievakuasi ke Rusia untuk Operasi Darurat