Mayat Wanita Terikat Ditemukan di Bogor Usai Dibawa Boncengan Motor

- Minggu, 07 Desember 2025 | 22:55 WIB
Mayat Wanita Terikat Ditemukan di Bogor Usai Dibawa Boncengan Motor

Hujan deras mengguyur kawasan Gunung Putri, Bogor, Sabtu sore itu. Di tepi jalan Desa Tlajung Udik, sebuah pemandangan mengerikan membuat warga yang melintas terhenyak. Seorang wanita tergeletak tak bernyawa, tangannya terikat. Ia kemudian diketahui bernama Arifianti, 41 tahun, asal Jakarta Selatan. Diduga kuat, ia menjadi korban pembunuhan sebelum akhirnya dibuang begitu saja.

Kisah tragis ini berawal dari sebuah video yang menyebar cepat di media sosial sehari setelah kejadian. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sosok perempuan itu terbaring di bawah sebuah angkot berwarna biru. Situasi saat itu memang sedang hujan. Narasi dalam video menyebutkan tangan korban dalam keadaan terikat. Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi penemuannya?

Menurut keterangan polisi, ada dua saksi kunci: Hakim dan Bahul. Mereka lah yang pertama kali melihat kejadian aneh itu sekitar pukul setengah enam sore.

"Hakim sedang mengendarai sepeda motor bersama Bahul melintas, kemudian melihat pengendara sepeda motor Honda Vario berboncengan satu orang laki-laki menggunakan helm hitam, jas hujan dan satu orang perempuan yang menjadi penumpang sepeda motor tersebut," jelas Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby, kepada awak media.

Yang membuat mereka curiga, posisi tubuh si penumpang wanita terlihat tidak wajar. Ia memeluk pengemudi pria itu, tapi dalam keadaan diam saja. Lebih mencekam lagi, saksi mata menyaksikan dengan jelas bahwa tangan wanita tersebut terikat tali. Ia mengenakan jas hujan biru dan celana hitam.

Karena khawatir, Hakim pun sempat menegur si pengemuda motor. Pasalnya, badan penumpangnya miring dan kaki kirinya tampak terseret di aspal basah. Tapi teguran itu diabaikan begitu saja. Bahkan pengendara lain yang ikut menegur juga mendapat perlakukan serupa. Pria misterius itu tampak cuek dan terus melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian, motor itu berhenti di sebuah warung pinggir jalan. Sang pengemuda terlihat membetulkan posisi duduk penumpang wanitanya, seolah-olah ia hanya tertidur. Melihat tak ada respon dan mungkin mengira itu urusan rumah tangga, Hakim dan Bahul memilih untuk melanjutkan perjalanan pulang. Mereka sama sekali tak menyangka bahwa yang dibawa pria itu adalah seorang mayat.

Keesokan harinya, tubuh Arifianti ditemukan warga di lokasi yang tidak jauh dari tempat ia terakhir kali dilihat oleh kedua saksi. Sore yang basah oleh hujan itu ternyata menyimpan akhir yang pilu bagi seorang perempuan dari Jaksel. Polisi kini masih menyelidiki motif dan mengejar pelaku yang diduga kuat adalah pria pembonceng misterius itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar