"Kita menyaksikan hari-hari ini," tambahnya dengan nada lebih tegas.
"Mereka-mereka yang tak punya jabatan, tak punya tanda tangan untuk menggerakkan anggaran, dan tak punya kantor megah. Tapi, panggilan hati mereka justru bisa menggerakkan ribuan orang lain. Mengajak semua peduli pada nasib saudara yang sedang menderita."
Baginya, itu adalah bukti nyata. Ruang kepercayaan yang ditinggalkan kosong itu kini diberikan publik pada pribadi-pribadi baru.
"Artinya, kita sedang menyaksikan proses pengisian ruang kosong tadi oleh pribadi-pribadi baru. Saya berharap, yang ada di ruangan ini adalah stok pemimpin masa depan. Calon-calon yang akan mengisi kepercayaan untuk kepemimpinan di waktu yang akan datang," pungkas Anies menutup kuliah umumnya.
Artikel Terkait
Pedagang Sayur di Sepatan Diamankan Polisi, Sembunyikan Puluhan Pil Tramadol
Duka di Boyolali: Bocah 5 Tahun Tewas, Ibunya Terluka dalam Perampokan Berdarah
Uni Eropa Siap Golongkan IRGC Iran Sebagai Teroris, Tehran Murka
Polri Terima Dukungan Publik sebagai Amanah Berat untuk Transformasi