Presiden Prabowo Soroti Infrastruktur, Korban Bencana Sumatera Tembus 921 Jiwa

- Minggu, 07 Desember 2025 | 20:20 WIB
Presiden Prabowo Soroti Infrastruktur, Korban Bencana Sumatera Tembus 921 Jiwa

Angka korban bencana di Sumatera kembali diperbarui. Kali ini, Kepala BNPB Letjen Suharyanto yang menyampaikan laporan terkininya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas soal penanganan bencana yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12) lalu, Suharyanto mengungkapkan data yang memilukan.

"Izinkan kami menyampaikan laporan per hari ini, Pak Presiden," ujarnya.

"Untuk korban jiwa per hari ini meninggal dunia 921 orang, hilang 392 orang, mengungsi 975 ribu orang."

Sebelumnya, data yang beredar dari dashboard penanganan bencana menunjukkan korban meninggal mencapai 940 orang. Perbedaan angka ini menunjukkan dinamika dan kesulitan pendataan di lapangan, yang terus diperbaharui seiring waktu.

Rapat koordinasi itu sendiri digelar dengan suasana yang serius. Prabowo, yang baru saja kembali untuk kedua kalinya ke lokasi bencana, langsung menyoroti persoalan mendesak: infrastruktur.

Dia menegaskan, percepatan perbaikan jembatan adalah kunci. Khususnya jembatan bailey di Bireuen, Aceh, yang diharapkan bisa beroperasi dalam hitungan hari.

"Hari ini saya datang untuk kedua kalinya," kata Prabowo membuka ratas.

"Tadi saya bersama gubernur dan beberapa pejabat melihat langsung kondisi di Bireuen melihat pembangunan jembatan bailey yang pekerjaannya berjalan dengan baik. Diharapkan satu minggu ini sudah bisa beroperasi sehingga jembatan selanjutnya sudah mulai dibuka."

Namun begitu, situasi di lapangan masih jauh dari kata pulih. Presiden mengaku mendapat laporan yang menggambarkan kondisi yang memprihatinkan. Kerusakan tidak hanya pada jalan, tapi juga meluas ke sektor pertanian dan permukiman warga.

"Kemudian saya dapat laporan kondisi memang cukup memprihatinkan. Sawah juga banyak yang rusak," ujarnya.

"Unsur petani ada di sini? Irigasi sangat penting. Kemudian gubernur dan bulati melaporkan cukup banyak perumahan yang harus kita bantu untuk dibangun kembali."

Rapat penting ini dihadiri oleh hampir seluruh pimpinan kementerian dan lembaga inti. Tampak hadir Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Menkes Budi Gunadi Sadikin, hingga Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Dari jajaran TNI-Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para Kepala Staf Angkatan juga hadir memberikan laporan.

Kehadiran mereka semua menegaskan betapa kompleksnya penanganan bencana skala besar ini. Mulai dari evakuasi, logistik pengungsi, hingga rencana rehabilitasi jangka panjang, semuanya butuh koordinasi ketat. Dan jalan masih panjang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar