AS Tembak Kapal Narkoba di Pasifik, Korban Tewas Mendekati 100 Orang

- Kamis, 18 Desember 2025 | 09:45 WIB
AS Tembak Kapal Narkoba di Pasifik, Korban Tewas Mendekati 100 Orang

Di perairan biru Pasifik Timur, sebuah kapal jadi sasaran tembak militer Amerika Serikat. Kapal itu diduga keras terlibat dalam bisnis gelap narkoba. Akibat serangan itu, empat orang yang dicap sebagai 'teroris narkoba' dilaporkan tewas.

Lewat sebuah pernyataan resmi yang dikutip AFP, Kamis (18/12/2025), Komando militer AS menjelaskan tindakan mereka.

"Militer AS melakukan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Ditunjuk di Pasifik Timur yang terlibat dalam operasi perdagangan narkoba,"

Begitu bunyi pernyataan itu. Mereka juga menambahkan, "Sebanyak empat teroris narkoba laki-laki tewas, dan tidak ada pasukan militer AS yang terluka."

Serangan ini bukan yang pertama. Sejak September lalu, Amerika sudah mulai menyerang kapal-kapal serupa di kawasan Laut Karibia dan Pasifik Timur. Nah, dengan insiden terbaru ini, jumlah korban tewas pun bertambah. Angkanya sekarang mencapai 99 orang.

Di sisi lain, tekanan terhadap Venezuela kian menjadi. Presiden AS Donald Trump tak hanya mengawasi operasi militer besar-besaran di lepas pantai negara itu. Baru-baru ini, dia juga menyatakan blokade terhadap "kapal tanker minyak yang dikenai sanksi" yang hendak masuk atau keluar dari Caracas.

Langkah-langkah Washington ini jelas menambah beban bagi Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Menurut Maduro, semua ini bukan soal perang melawan narkoba. Klaimnya, kampanye AS punya tujuan lain: menggulingkan rezimnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar