Serangan ini bukan yang pertama. Sejak September lalu, Amerika sudah mulai menyerang kapal-kapal serupa di kawasan Laut Karibia dan Pasifik Timur. Nah, dengan insiden terbaru ini, jumlah korban tewas pun bertambah. Angkanya sekarang mencapai 99 orang.
Di sisi lain, tekanan terhadap Venezuela kian menjadi. Presiden AS Donald Trump tak hanya mengawasi operasi militer besar-besaran di lepas pantai negara itu. Baru-baru ini, dia juga menyatakan blokade terhadap "kapal tanker minyak yang dikenai sanksi" yang hendak masuk atau keluar dari Caracas.
Langkah-langkah Washington ini jelas menambah beban bagi Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Menurut Maduro, semua ini bukan soal perang melawan narkoba. Klaimnya, kampanye AS punya tujuan lain: menggulingkan rezimnya.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka