Di Balik Kemeriahan Nikah Massal, Wali Kota Pekanbaru Salurkan Rp 3 Miliar untuk Korban Bencana

- Minggu, 07 Desember 2025 | 19:45 WIB
Di Balik Kemeriahan Nikah Massal, Wali Kota Pekanbaru Salurkan Rp 3 Miliar untuk Korban Bencana

Di tengah riuh rendah acara Nikah Massal Gratis yang dihadiri ribuan warga, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyempatkan diri untuk sebuah agenda lain yang tak kalah penting. Ia menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 3 miliar. Dana itu ditujukan untuk saudara-saudara di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang sedang berjuang menghadapi banjir dan tanah longsor.

Penyerahannya bersifat simbolis, diberikan kepada BPBD setempat untuk kemudian dikirim ke tiga provinsi yang terdampak. Tapi maknanya jauh lebih dalam dari sekadar ritual serah-terima.

Dalam sambutannya di hadapan kerumunan, Agung Nugroho menyampaikan pesan yang sederhana namun mengena.

"Bantuan ini bukan hanya membuat saudara kita yang menerima merasa senang, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi kita yang memberi. Karena setiap kebaikan yang kita salurkan akan kembali dalam bentuk ketenangan dan keberkahan,"

Ucapnya. Intinya sederhana: memberi dan menerima sama-sama mendatangkan sukacita.

Lantas, dari mana kota ini mendapatkan kemampuan untuk berbagi sebesar itu? Agung menjelaskan, ini berkat membaiknya fundamental keuangan daerah. Pekanbaru, yang dulu sempat defisit, kini perlahan menapak menuju kondisi surplus. "Alhamdulillah," ungkapnya, "dengan kondisi yang semakin baik, hari ini kita bisa berbagi."

Nah, ini menarik. Aksi ini seperti mempertegas identitas Pekanbaru Green City di dimensi yang lebih luas. Bukan cuma soal pembangunan fisik atau penghijauan lingkungan semata, tapi juga tentang membangun jiwa sosial yang solid. Sebagai ibu kota Provinsi Riau, langkah ini menunjukkan kesiapan untuk hadir dan membantu ketika wilayah lain di Sumatra sedang mengalami kesulitan.

Di sisi lain, momen berbagi ini terjadi dalam suasana yang kontras di balik kemeriahan pesta pernikahan massal. Justru di situlah pesannya terasa kuat: di tengah kebahagiaan sendiri, masih ada ruang untuk peduli pada nestapa orang lain.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar