Minggu pagi (7/12) lalu, suasana di Malalak, Agam, masih terlihat suram pasca diterjang galodo. Di tengah kondisi itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade datang meninjau langsung kerusakan parah yang terjadi, termasuk jembatan yang putus total. Tak cuma melihat, ia turun tangan menyerahkan 250 paket sembako untuk warga yang masih berjuang.
Penyerahan bantuan itu dilakukan di halaman Kantor Camat Malalak, yang kini berfungsi sebagai posko darurat. Andre menegaskan, dukungan untuk pemulihan tak akan berhenti di sini.
"Alhamdulillah, kami hadir di sini untuk melihat langsung dampak galodo," ujarnya.
Ia menambahkan, "Jembatan yang putus ini adalah urat nadi. Kami akan kawal terus perbaikannya, karena ini jalur vital menghubungkan Padang dan Bukittinggi."
Pernyataannya itu disampaikan melalui keterangan tertulis di hari yang sama.
Di sisi lain, Camat Malalak Ulya Satar tak menyembunyikan rasa terima kasihnya. Menurutnya, bantuan itu datang di saat yang tepat. Kehadiran pejabat pusat, katanya, memberi semangat tersendiri bagi warga dan aparat di lapangan.
"Bantuan sembako ini sangat meringankan beban masyarakat kami," ucap Ulya.
"Terima kasih atas perhatian dan dukungannya," sambungnya.
Kunjungan itu ternyata juga diramaikan oleh sejumlah pejabat penting lainnya. Tampak hadir Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, lalu Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, serta Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar Armizoprades. Kehadiran mereka sekaligus jadi sinyal kuat bahwa koordinasi antara pusat, daerah, dan BUMN digenjot untuk perbaikan infrastruktur yang rusak.
Pada akhirnya, kunjungan singkat itu bukan sekadar seremonial. Ia adalah penegasan komitmen nyata. Tujuannya satu: memulihkan akses dan kehidupan warga Malalak secepat mungkin, setelah dihantam bencana yang tak terduga.
Artikel Terkait
Kakorlantas Ajak Pengemudi Ojol Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
BPOM Terbitkan Aturan Baru Pengelolaan Dana BOK POM untuk Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah
Imigrasi: Dua WN China Pelaku Pembobolan Rumah Mewah di Bogor Dua Kali Masuk Indonesia
Backlog Perumahan Jateng Tersisa 1,05 Juta Unit usai 281.312 Rumah Dibangun Hingga Awal 2026