Jembatan Runtuh, Warga Gunong Kong Terkurung Sepekan Pasca-Banjir

- Minggu, 07 Desember 2025 | 13:40 WIB
Jembatan Runtuh, Warga Gunong Kong Terkurung Sepekan Pasca-Banjir

Keadaan di Desa Gunong Kong, Nagan Raya, masih memprihatinkan. Sepekan setelah banjir melanda, akses keluar-masuk desa itu nyaris terputus total. Penyebabnya? Sebuah jembatan rangka baja sepanjang 120 meter ambruk diterjang derasnya air.

Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, mengonfirmasi situasi ini. "Saat ini akses transportasi masyarakat masih terputus," ujarnya, Minggu (7/12/2025).

"Banyak warga terkurung akibat putusnya jembatan."

Jembatan yang lebarnya sekitar lima hingga enam meter itu bukan sekadar penghubung biasa. Ia adalah urat nadi warga Gunong Kong untuk menjangkau pusat kecamatan maupun kabupaten. Kini, dengan jembatan itu putus, satu-satunya cara adalah menggunakan perahu mesin. Cukup berisiko dan tentu saja tak praktis untuk urusan sehari-hari.

Di sisi lain, upaya bantuan terus digenjot. Irfanda menyebut, setidaknya 110 Kepala Keluarga yang masih terisolir itu sudah mendapat distribusi bantuan. Mulai dari bahan pokok hingga kebutuhan mendesak lainnya. "Harapannya, tak ada warga yang kelaparan atau kekurangan pasokan selama masa tanggap darurat ini," tambahnya.

Soal perbaikan jembatan, prosesnya sudah mulai bergulir. Pendataan kerusakan rampung dilakukan. Bahkan, lokasi bencana sudah ditinjau langsung oleh Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, didampingi Wakil Bupati dan sejumlah pejabat daerah. Ini menunjukkan betapa seriusnya persoalan yang dihadapi.

Namun begitu, masalah di Nagan Raya ternyata jauh lebih luas. Sebelumnya, Pemkab setempat merilis data yang cukup mencengangkan. Banjir bandang tak hanya melanda Gunong Kong. Tiga kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, dan Tripa Makmur ikut menjadi korban.

Kerusakannya parah. Dari total 1.807 rumah yang terdampak, hampir lima ratus unit di antaranya rusak berat. Sekitar 283 rumah masuk kategori rusak sedang, dan lebih dari seribu rumah lainnya menderita kerusakan ringan. Angka-angka itu menggambarkan betapa besarnya tantangan pemulihan yang harus dihadapi ke depan.

Sementara tim BPBD masih berjibaku menyalurkan bantuan ke titik-titik terdampak, nasib warga Gunong Kong masih bergantung pada perahu dan bantuan dari seberang. Mereka menunggu, berharap jembatan penghubung itu segera bisa dibangun kembali.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar