Jasad Bocah Perempuan Ditemukan di Tengah Reruntuhan Banjir Bandang Agam

- Minggu, 07 Desember 2025 | 12:30 WIB
Jasad Bocah Perempuan Ditemukan di Tengah Reruntuhan Banjir Bandang Agam

Upaya pencarian di Kecamatan Palembayan, Agam, belum juga berhenti. Pasca bencana galodo yang melanda, tim gabungan masih menyisir lokasi. Dan siang tadi, kabar duka kembali datang. Tim Sabhara Polda Riau berhasil menemukan jasad seorang anak.

Penemuan itu terjadi sekitar pukul sebelas pagi, Minggu (7/12/2025). Lokasinya di Sungai Batang, tepatnya di area Pasak Kayu Sawah Laweh, Nagari Salareh Aia. Jasad itu tersangkut di antara tumpukan kayu dan material banjir bandang yang berserakan.

Lewat handy talkie, suara petugas alat berat terdengar singkat namun jelas.

"Ada mayat," ujarnya.

Mendengar laporan itu, personel Sabhara Polda Riau yang ada di tempat langsung bergerak. Mereka membawa kantung jenazah menuju titik yang dimaksud. Dari pantauan di lokasi, situasinya memang sulit. Posisi jenazah itu berada sekitar sepuluh meter dari jembatan, persis di bibir sungai yang licin dan penuh rintangan.

Dengan sangat hati-hati, petugas melangkah di atas tumpukan kayu, lumpur, dan bebatuan sisa amukan alam. Butuh waktu untuk mencapainya. Setelah berhasil, jasad korban pun dimasukkan ke dalam kantung jenazah dan dievakuasi menggunakan ambulans. Rencananya, jenazah akan dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Siapa dia? Sampai saat ini identitasnya masih menjadi misteri. Petugas di lapangan memperkirakan korban adalah seorang bocah perempuan, berusia sekitar 8 tahun. Kondisinya memilukan; sulit dikenali, rambut nyaris tak bersisa, dan ditemukan dalam keadaan tidak mengenakan busana.

Di sisi lain, pencarian untuk korban lain maupun material terus digenjot. Kombes Ketut Gede Adi Wibawa, selaku Kasatgas BKO Polda Riau, menegaskan bahwa operasi masih berjalan. Tim gabungan dari Polda Sumbar, TNI, hingga Basarnas tetap bekerja.

"Pencarian hari ini masih berlanjut sambil kita lakukan pembersihan material," kata Kombes Ketut.

Fokus mereka kini tertuju pada pembersihan sisa-sisa material di Pasak Kayu Sawah Laweh, wilayah yang termasuk paling parah terdampak. Banyak rumah di sana hanyut tak bersisa, sisanya rusak berat. Operasi Aman Nusa II ini sendiri direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 12 Desember mendatang. Perjuangan di lapangan masih panjang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar