Krisis air bersih di RSUP M Djamil Padang akhirnya menemukan titik terang. Setelah berjuang, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade berhasil mengamankan anggaran khusus untuk rumah sakit rujukan utama di Sumbar itu. Nilainya Rp 1,5 miliar, dialokasikan khusus untuk membangun sebuah sumur bor.
Menurut sejumlah saksi, masalahnya sudah berlarut-larut. Pasca banjir bandang yang melanda, instalasi PDAM rusak berat. Dampaknya, pasokan air ke rumah sakit itu pun terputus. Situasi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, mengingat rumah sakit harus tetap beroperasi melayani pasien.
Andre Rosiade mengaku langsung turun tangan setelah mendapat laporan mendesak dari pihak rumah sakit. "Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan Menteri PU Pak Dody Hanggodo, kita berhasil mengamankan anggaran untuk pembangunan sumur bor ini," ujarnya.
Pernyataan itu dia sampaikan usai menggelar rapat dengan kepala daerah dan para pejabat Kemen PU di Padang, Sabtu lalu.
"Saya juga sudah bertemu Kepala BWS Sumatera V, Bapak Naryo Widodo dan beliau menyatakan siap untuk segera membangunnya," tambah Andre dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (7/12/2025).
Di sisi lain, proyek senilai Rp 1,5 miliar itu akan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V di bawah Kementerian PU. Naryo Widodo selaku Kepala BWS membenarkan rencana tersebut. Dia menegaskan ini adalah langkah krusial untuk menjaga layanan publik di rumah sakit yang terdampak banjir.
"Sesuai arahan Bapak Andre Rosiade, kami siap menindaklanjuti dan segera memulai pembangunan," kata Naryo.
Koordinasi dengan pihak RSUP M Djamil, imbuhnya, akan segera dilakukan untuk mempercepat realisasi.
Respons dari pihak rumah sakit pun sangat positif. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas upaya Andre Rosiade. Kehadiran sumur bor, bagi mereka, bukan sekadar solusi sementara, tetapi penjamin kelancaran operasional sehari-hari.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Andre Rosiade. Dengan adanya sumur bor ini, ketersediaan air bersih dapat terjamin sehingga pelayanan kepada pasien tidak terganggu," tutur Dovy.
Dia menambahkan, pihaknya tak akan menunggu lama. Koordinasi teknis dengan BWS Sumatera V akan segera mereka lakukan agar pembangunan bisa berjalan cepat. Harapannya, problem air bersih yang sempat membuat was-was itu segera menjadi kenangan.
Artikel Terkait
Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Meninggal, Satu Rekan Selamat
Pemerintah Wajibkan Devisa Ekspor SDA Masuk ke Bank BUMN Mulai 1 Juni 2026
Obesitas Akibat Gaya Hidup Modern, Operasi Bariatrik Jadi Opsi Terapi Medis
Archworks X UPJ Ubah Stigma Arsitektur Elitis Lewat Festival Interaktif di Bintaro