Di tengah hawa dingin yang menusuk, Angelina Jolie berdiri di perlintasan Rafah. Hari itu Jumat, awal Januari 2026. Bintang Hollywood yang juga dikenal gigih sebagai aktivis kemanusiaan itu menyoroti betapa buruknya situasi di perbatasan Mesir-Gaza itu.
Menurut sejumlah saksi, kondisi kemanusiaan di sana kian parah. Musim dingin memperburuk segalanya, sementara akses bantuan masih tersendat oleh kontrol ketat Israel.
Padahal, Rafah adalah satu-satunya pintu Gaza menuju dunia luar. Pintu itu tetap tertutup rapat bagi pergerakan manusia maupun kiriman bantuan. Sudah berulang kali desakan untuk membukanya dilayangkan, namun Israel bersikukuh menolak.
Dalam kunjungannya, Jolie dilaporkan bertemu dengan perwakilan Bulan Sabit Merah di sisi Mesir. Ia juga menyambangi sebuah rumah sakit di kota Arish untuk berbicara langsung dengan pasien-pasien Palestina yang terluka. Demikian menurut keterangan pejabat setempat.
Jolie bukanlah pendatang baru dalam isu kemanusiaan. Lebih dari dua dekade ia menjadi utusan khusus UNHCR, badan pengungsi PBB, sebelum mengakhiri mandatnya di 2022. Advokasinya untuk perlindungan warga sipil dan akses bantuan di zona konflik terus ia gaungkan tanpa henti.
Artikel Terkait
Mantan ProJo Buka Suara: Lagu Baru Slank Itu Cermin Negeri yang Sakau Kuasa!
MUI Kutuk Larangan Israel: Strategi Sengaja Perpanjang Penderitaan Gaza
Politikus Gerindra Terseret Pusaran Korupsi BBM Navigasi Pontianak
Di Stasiun Tua, Sejarah Terukir: Mamdani Memimpin New York dengan Al-Quran dan Janji Keadilan Sosial