Angelina Jolie Berdiri di Rafah, Soroti Blokade Gaza di Musim Dingin yang Menggigit

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:40 WIB
Angelina Jolie Berdiri di Rafah, Soroti Blokade Gaza di Musim Dingin yang Menggigit

Di tengah hawa dingin yang menusuk, Angelina Jolie berdiri di perlintasan Rafah. Hari itu Jumat, awal Januari 2026. Bintang Hollywood yang juga dikenal gigih sebagai aktivis kemanusiaan itu menyoroti betapa buruknya situasi di perbatasan Mesir-Gaza itu.

Menurut sejumlah saksi, kondisi kemanusiaan di sana kian parah. Musim dingin memperburuk segalanya, sementara akses bantuan masih tersendat oleh kontrol ketat Israel.

Padahal, Rafah adalah satu-satunya pintu Gaza menuju dunia luar. Pintu itu tetap tertutup rapat bagi pergerakan manusia maupun kiriman bantuan. Sudah berulang kali desakan untuk membukanya dilayangkan, namun Israel bersikukuh menolak.

Dalam kunjungannya, Jolie dilaporkan bertemu dengan perwakilan Bulan Sabit Merah di sisi Mesir. Ia juga menyambangi sebuah rumah sakit di kota Arish untuk berbicara langsung dengan pasien-pasien Palestina yang terluka. Demikian menurut keterangan pejabat setempat.

Jolie bukanlah pendatang baru dalam isu kemanusiaan. Lebih dari dua dekade ia menjadi utusan khusus UNHCR, badan pengungsi PBB, sebelum mengakhiri mandatnya di 2022. Advokasinya untuk perlindungan warga sipil dan akses bantuan di zona konflik terus ia gaungkan tanpa henti.

Kunjungannya ini terjadi pada momen yang genting. Gaza baru saja memasuki tahun 2026 dengan gencatan senjata Israel-Hamas yang sangat rapuh. Memang pemboman skala besar sudah berkurang, tapi korban jiwa masih terus berjatuhan akibat tembakan-tembakan di sekitar garis kendali. Krisisnya makin menjadi: cuaca dingin, hujan tak henti, dan kekurangan tempat tinggal yang layak.

Nah, kehadiran Jolie di Rafah ini jelas bukan sekadar untuk pencitraan. Ini adalah sebuah pernyataan. Sebuah protes.

Dengan berdiri di titik penyeberangan itu, bertatap muka dengan pekerja kemanusiaan, sopir truk bantuan, dan korban luka di Al-Arish, ia secara terbuka mengecam blokade yang berlangsung. Menentang pengepungan berarti menolak segala kejahatan yang ditimbulkannya: kelaparan, hukuman kolektif, dan penderitaan massal warga tak bersalah.

Ini punya bobot yang berarti. Jolie sudah lama berkecimpung di dunia ini, jauh sebelum aktivisme di media sosial menjadi tren. Ia menghabiskan puluhan tahun di garis depan, memilih mengunjungi kamp pengungsi daripada berjalan di karpet merah. Ia memilih bersuara daripada diam. Kehadirannya saat ini menyuarakan apa yang akhirnya banyak orang berani katakan: Gaza sedang dicekik dengan sengaja.

Dan ini, bagi banyak pengamat, adalah sebuah titik balik. Dunia hiburan tak lagi sepenuhnya takut. Mantra intimidasi perlahan retak. Ketika sosok dengan pengaruh global sedemikian besar berdiri tegak melawan blokade, itu pertanda bahwa narasi sedang berubah. Kebenaran mulai menemukan jalannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar