"Kita kan tahu sistem presidensial kita multipartai. Soliditasnya selalu diuji setiap tahun politik. Sekarang mungkin stabil, dan bicara soal permanen. Tapi nanti?" ujarnya menambahkan.
Menurutnya, situasi bisa berubah total saat mendekati Pemilu 2029. Ada faktor lain yang tak boleh diabaikan: kekuatan masyarakat sipil. Gerakan mereka, lewat aksi massa atau gelombang opini di media sosial, terbukti cukup solid dan berpengaruh. Pengaruhnya signifikan, tak bisa dipandang sebelah mata.
Ujian sebenarnya bagi wacana koalisi permanen, dalam pandangan Agung, bukan terjadi dalam waktu dekat. Gonjang-ganjing masalah biasanya muncul di tahun-tahun politik. Maka, ujian sesungguhnya akan datang dalam jangka menengah, atau tepatnya ketika jelang 2029 nanti. Saat itulah ketahanan sebuah ikatan "permanen" benar-benar diukur.
Artikel Terkait
Menteri Trenggono Ambruk di Tengah Duka, Presiden Prabowo Langsung Telepon
Trump Ancang-ancang Tarif 100% ke Kanada, Carney Balas dengan Ajakan Belanja Lokal
Meksiko Diimbangi Trump, Pasokan Minyak ke Kuba Terancam Diputus
Kapolri Gulirkan Rotasi Besar-besaran, 85 Perwira Polri Bergeser