"Terima kasih atas tawaran yang diberikan," ucap Sugiono, seraya menilai tawaran itu sebagai bentuk kepedulian negara sahabat.
Pernyataan serupa sebelumnya sudah disampaikan Menkretneg Prasetyo Hadi. Rabu lalu (3/12), dia menegaskan Indonesia masih sanggup mengatasi dampak bencana, termasuk soal kecukupan stok pangan bagi para korban.
Sementara itu, di lapangan, angka korban terus bergerak. BNPB memperbarui datanya pada Sabtu (6/12). Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, menyebut total korban meninggal kini mencapai 914 jiwa.
"Jadi bertambah 47 jiwa dari posisi kemarin di 867 jiwa," jelasnya dalam jumpa pers.
Angka itu mencakup korban dari tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Situasinya memang berat, tapi untuk sekarang, Indonesia memilih untuk mengandalkan kekuatannya sendiri.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka