"Inilah makna suasana keberagamaan, hubungan batin antara satu sama lain, luar biasa ditampilkan di Indonesia."
Nuansa itu sendiri benar-benar terasa malam itu. Dalam jeda hening sambutannya, mungkin saja terdengar gemanya. Suara adzan yang berkumandang, beriringan dengan dentang lonceng gereja dari kejauhan. Bagi Menag, itu bukan pertentangan, melainkan simfoni.
"Tetapi bertalu-talu satu sama lain memperindah atmosfer bangsa Indonesia," jelasnya. "Kita harus bangga. Benar-benar kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa."
Tak lupa, Nasaruddin juga menyentuh persoalan yang sedang dihadapi bangsa. Membahas bencana di Sumatera, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu secepatnya. Bantuan itu, tegasnya, diberikan tanpa memandang sebelah mata.
"Insyaallah, apa yang kita saksikan penderitaan kita di berbagai daerah di Indonesia, dalam tempo yang sangat singkat, bisa kita bantu bersama," pungkasnya.
"Tanpa membedakan agama apapun, jenis kelamin mana pun, umur berapa pun. Semuanya ini adalah warga bangsa Indonesia."
Artikel Terkait
Kapten India Ditahan Prancis Atas Dugaan Kapal Bayangan Rusia
Prancis Tolak Intervensi Militer AS, Serukan Dukungan untuk Rakyat Iran
Empat Anak Diamankan Usai Lempar Batu Hancurkan Kaca Kereta Jayakarta Premium
Warga dengan Gangguan Jiwa Terseret Arus Irigasi di Tengah Pembagian Sembako