Otoritas Afsel kemudian buka suara. Bulan lalu, mereka menyebut para pria itu "dibujuk untuk bergabung dengan pasukan tentara bayaran yang terlibat dalam perang Ukraina-Rusia." Iming-imingnya? Kontrak kerja yang menggiurkan. Nyatanya, mereka malah terperangkap di medan perang.
Dalam aduannya, Zuma-Mncube tak tanggung-tanggung. Ia secara tegas menuduh Zuma-Sambudla dan dua orang lainnya berkontribusi pada situasi berbahaya yang dialami ke-17 pria itu. Sampai saat ini, Zuma-Sambudla belum memberikan tanggapan terbuka atas segala tudingan tersebut.
Di sisi lain, kepolisian Afsel telah membuka penyelidikan. Seperti dikonfirmasi AFP, mereka memeriksa tuduhan bahwa Zuma-Sambudla membujuk para pria itu berangkat ke Rusia untuk kemudian berperang di Ukraina tanpa sepengetahuan atau persetujuan penuh dari mereka.
Kasus ini bukan cuma soal hukum. Ia menguak retakan dalam dinasti politik Zuma, sekaligus menyeret nama keluarga ke dalam skandal internasional yang pelik dan berbahaya.
Artikel Terkait
Mantan Menag Yaqut Diperiksa KPK, 8.400 Calon Haji Gagal Berangkat Akibat Kebijakan Kuota
Polisi Tutup Kasus Kematian Lula Lahfah: Tak Ada Unsur Pidana
Operasi Pekat Jaya 2026 Bubarkan Balap Liar dan Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur
Porsche Cayenne Pakai Plat Palsu Kemhan, Sopir Bukan Pegawai Negara