Kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara yang sedang diusut KPK ternyata tak lepas dari desakan publik. Banyak yang mendesak agar Gubernur Sumut, Bobby Nasution, segera diperiksa. Tapi, pemanggilan terhadapnya tak kunjung terjadi. Alih-alih memanggil Bobby, justru para penyidik dan jaksa KPK-nya sendiri yang dipanggil.
Pemanggilan itu datang dari Dewan Pengawas KPK. Mereka bertindak cepat setelah menerima aduan dari Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia. Jadi, situasinya jadi agak unik: yang mengusut justru diperiksa dulu.
Ketua Dewas, Gusrizal, membenarkan hal ini. Dia mengonfirmasi bahwa penyidik KPK, AKBP Rossa Purba Bekti, telah dipanggil untuk dimintai keterangan.
"Rossa dipanggil jam 10.00 WIB. Benar, pemanggilannya di Gedung C1," kata Gusrizal kepada para wartawan, Rabu lalu.
Menurut Gusrizal, pemeriksaan terhadap Rossa ini tak lepas dari isu pemanggilan Bobby Nasution. Persoalannya berkaitan dengan sidang perkara korupsi jalan Sumut di PN Tipikor Medan.
"Masalah pemanggilan Gubernur Sumut," ujarnya singkat.
Menanggapi langkah Dewas ini, KPK melalui juru bicaranya, Budi Prasetyo, menyatakan sikap kooperatif. Mereka menghormati proses pemeriksaan itu dan menganggapnya sebagai bagian dari mekanisme pengawasan internal.
"Mari kita hormati prosesnya. Pemeriksaan oleh Dewas ini kan pada dasarnya untuk memastikan semua tugas di KPK berjalan sesuai aturan, plus mematuhi nilai-nilai etik," jelas Budi, Kamis kemarin.
Di sisi lain, Budi bersikukuh bahwa pengusutan perkara korupsi proyek jalan Sumut sudah dilakukan dengan benar. Semua tahapan hukum, mulai dari penyelidikan hingga penuntutan, diklaim telah diikuti.
"Kami pastikan prosesnya sudah sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Nah, dengan adanya pemeriksaan terhadap penyidiknya sendiri oleh Dewas, publik kini menunggu. Apakah ini akan mempercepat pemanggilan sang gubernur, atau justru membuat proses hukumnya berbelit lebih panjang? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Tebing Longsor di Bogor Barat Timpa Dua Rumah, Tujuh Warga Mengungsi
Pria Bersenjata Ditembak Secret Service di Dekat Gedung Putih, Lockdown Berlaku
BMKG Prediksi El Niño Lemah-Sedang Melanda Indonesia pada 2026, Berpotensi Picu Kekeringan dan Konflik Satwa-Manusia
Bamsoet Apresiasi Keberhasilan Marinir Sita Senjata OPM dalam Operasi Penyergapan di Papua