Pagi Jumat lalu, sebuah rumah kontrakan di Warakas, Tanjung Priok, menjadi lokasi penemuan yang mengerikan. Seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tak bernyawa di dalamnya. Hingga saat ini, polisi masih berusaha mengurai benang merah penyebab kematian mereka.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno G Sukahar, mengungkapkan bahwa fokus penyelidikan kini tertuju pada sisa-sisa makanan dan minuman yang ditemukan di tempat kejadian.
"Kita lebih mendalami untuk meneliti sisa makanan dan minuman yang ada," kata Onkoseno, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, barang bukti itu sedang menjalani pemeriksaan di laboratorium forensik. Tujuannya jelas: mencari tahu ada tidaknya kandungan berbahaya, dan menguji kemungkinan keracunan sebagai pemicu tragedi ini. "Iya betul, didalami dugaan keracunan. Ada beberapa, bentuknya kan sudah sisa. Sementara makanan dan minuman," tuturnya lagi.
Di sisi lain, proses penyelidikan terus berjalan. Sudah sepuluh orang saksi diperiksa untuk mengumpulkan petunjuk. Namun begitu, jawaban pasti masih harus ditunggu.
Kronologi penemuannya sungguh memilukan. Salah seorang anak korban yang pulang kerja lah yang menjumpai ketiga jasad keluarganya. Mereka tergeletak tak bernyawa, dengan kondisi mulut berbusa dan tubuh melepuh. Satu anggota keluarga lain berhasil selamat dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Nuansa duka masih terasa. Jenazah ketiga korban telah dimakamkan sehari setelahnya, di TPU Rorotan. Sementara itu, di balik pintu rumah kontrakan itu, penyelidik masih menyusun teka-teki yang menyisakan banyak tanya.
Artikel Terkait
Truk Kontainer Terguling di Flyover Kranji Bekasi, Lalu Lintas Macet Parah
Pegadaian Gelar Forum Hukum LEXIS 2026 Antisipasi Dampak KUHP dan KUHAP Baru terhadap Bisnis
Wakapolda Metro Jaya dan Personel Bersihkan Sampah Usai Kawal Demonstrasi di Thamrin
Mendagri Dorong Pemda Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Gerakkan Ekonomi Daerah