"Pemerintah Jakarta betul-betul menggunakan data untuk melakukan kebijakan. Termasuk pemompaan yang kami lakukan sejak awal," tegasnya.
Selain mengandalkan pompa, ada upaya lain yang terus digenjot: modifikasi cuaca. Menurut Pramono, operasi ini sudah beberapa kali dijalankan dan hasilnya cukup membantu meredam ancaman banjir.
"Modifikasi cuaca membantu sekali agar tidak terjadi banjir seperti kalau kita tidak lakukan. Itu sudah kita lakukan beberapa kali," ucapnya.
Lantas, apakah hari ini operasi serupa dilakukan? Ternyata tidak. Pramono menyebut curah hujan masih belum mencapai level yang memadai. Meski demikian, dia sudah memerintahkan timnya untuk siaga penuh. Instruksinya jelas: langsung bertindak jika ada indikasi hujan ekstrem.
"Kebetulan curah hujannya nggak tinggi. Tetapi kalau ada curah hujan di atas 200, saya sudah perintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca," imbuh Gubernur.
Harapannya, kondisi rob bisa normal dalam waktu dekat. Pramono juga mengingatkan warga untuk tetap waspada, terlebih dengan cuaca yang tak menentu jelang akhir tahun ini.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka