Namun begitu, dia dan kawan-kawannya bertahan selama seminggu penuh. Kuncinya cuma satu: kekompakan. Mereka mengumpulkan sisa-sisa bahan makanan dari masing-masing rumah, lalu memasaknya bersama-sama. Gotong royong itu yang menyambung hidup mereka.
“Kami berbagi apa saja yang ada,” jelas Wildan. “Sempat juga patungan beli sembako di hari ketiga, sebelum akhirnya stok di pasar benar-benar habis.”
Kini, setelah berjuang dengan cara itu, banyak yang akhirnya memutuskan untuk pergi. Mereka rela menempuh perjalanan panjang demi mencari bantuan dan menyambung kembali komunikasi dengan keluarga di luar sana.
Artikel Terkait
Menteri Kesehatan Apresiasi Penurunan Signifikan Kecelakaan Mudik
Raja Xerxes I Menghukum Lautan Usai Badai Hancurkan Jembatan Pasukannya
Lebaran 2026: 76 Juta Pemudik Pilih Mobil Pribadi, Ini Tips Aman dari Ahli
Pedagang Cilik Nekat Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis Demi Bertemu Ibu