Appi Bawa Pulang Piala Emas, Bukti Transformasi Digital Makassar Diakui Nasional

- Kamis, 04 Desember 2025 | 21:50 WIB
Appi Bawa Pulang Piala Emas, Bukti Transformasi Digital Makassar Diakui Nasional

Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Wali Kota Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, pulang membawa Golden Trophy TOP Digital Awards 2025 dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Penghargaan bergengsi ini bukan sekadar piala, tapi pengakuan nyata bahwa langkah transformasi digital kota ini termasuk yang terdepan di Indonesia.

Appi menerima penghargaan itu langsung dalam puncak acara TOP Digital Awards. Momen itu seolah menegaskan komitmen panjang Pemkot Makassar untuk membenahi tata kelola lewat teknologi. Salah satu ujung tombaknya adalah aplikasi LONTARA , sebuah platform layanan online terintegrasi warga. Aplikasi inilah yang menjadi simbol perubahan menuju pelayanan publik yang lebih cerdas, efisien, dan melibatkan partisipasi warganya.

Di sisi lain, capaian ini jelas buah dari upaya serius. Pemerintah kota dinilai telah berhasil membangun sistem pemerintahan yang modern dan transparan, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan kepada publik.

Usai menerima penghargaan, Appi tak lupa menyampaikan rasa syukur. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah.

"Yang pertama, tentu terima kasih buat seluruh SKPD. Ini kerja kita bersama. Intinya, kita melihat digitalisasi bukan sekadar proyek, tapi cara untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Appi dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).

Namun begitu, ia menegaskan bahwa ini bukanlah garis finish. Justru sebaliknya, trophy tersebut adalah titik awal untuk memperluas digitalisasi ke seluruh penjuru Makassar, termasuk wilayah kepulauan dan daerah yang masih membutuhkan sentuhan layanan digital.

"Artinya, proses digitalisasi ini akan memberikan kemudahan pelayanan publik bagi masyarakat Makassar," sambungnya.

Appi pun membeberkan kunci keberhasilannya. Menurutnya, fondasi utamanya sederhana: kebersamaan.

"Kebersamaan dan visi yang sama. Bagaimana caranya memudahkan segala urusan warga melalui platform digital dalam pelayanan," terangnya.

Ia berharap, langkah ini bisa terus berkembang dan bahkan membuka peluang untuk meraih penghargaan-penghargaan lain di masa depan.

Sementara itu, dari sisi teknis, Kepala Diskominfo Kota Makassar Dr. Muhammad Roem punya pandangan sendiri. Ia menilai penghargaan ini memperkuat kredibilitas kota di sektor pemerintahan digital.

"Ini penghargaan nasional yang mengakui keberhasilan daerah dalam transformasi digital, khususnya di sektor pelayanan publik," kata Roem.

Baginya, trophy itu adalah motivasi kuat bagi jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

"TOP Digital Awards 2025 ini memacu kami, khususnya Diskominfo, untuk lebih fokus melayani OPD dan masyarakat dalam transformasi digital Makassar. Tujuannya agar semua layanan publik bisa dirasakan manfaatnya secara digital tepat, efisien, dan efektif," jelasnya.

Roem juga menekankan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif. Kolaborasi antar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disebutnya sebagai faktor kunci kesuksesan.

"Ini kerja sama dari seluruh OPD. Kolaborasi itulah yang menjadi salah satu alasan kami mendapat apresiasi di Digital World 2025. Sekaligus jadi pemantik semangat untuk bekerja lebih baik lagi tahun-tahun depan," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa proses penilaiannya cukup ketat. Tim juri yang terdiri dari praktisi teknologi dan guru besar melakukan sesi wawancara dan penilaian mendalam terhadap inovasi LONTARA .

"Kami memaparkan LONTARA Plus. Dewan jurinya berasal dari berbagai praktisi teknologi ternama dan guru besar di Indonesia. Prosesnya justru memberi banyak masukan konstruktif, membuat kami lebih percaya diri sekaligus termotivasi untuk meningkatkan platform ini ke depan," ungkap Roem.

Sebagai catatan, TOP Digital Awards tahun ini diikuti oleh sekitar 200 kandidat dari instansi pemerintah dan korporasi. Hanya belasan yang berhasil lolos hingga tahap penilaian akhir. Di situlah Makassar berhasil menunjukkan capaian dan inovasinya, yang dinilai langsung berkontribusi pada keberlanjutan organisasi dan peningkatan kualitas layanan publik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar