Mashudi menjelaskan, para penghuni yang kamarnya kebanjiran sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman. “Makanan, layanan kesehatan, dan hak-hak lainnya kami pastikan tetap terpenuhi,” jelasnya.
Nah, untuk mempercepat pemulihan, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan beberapa lembaga. TNI dan Polri, misalnya, plus pemerintah daerah dan PLN.
“Koordinasi ini penting agar pelayanan dan keamanan di lapas, rutan, dan LPKA tetap kondusif,” ujar Mashudi.
Persoalannya, unit pemasyarakatan yang kebanjiran ternyata tak hanya di Sumut. Aceh dan Sumatera Barat juga mengalami hal serupa. Makanya, seluruh jajaran KemenImipas menggalang donasi internal untuk membantu rekan-rekan di unit pelayanan teknis yang terdampak di tiga provinsi tersebut.
“Kami mohon doa dari masyarakat agar banjir cepat surut,” pungkas Mashudi. “Harapannya, kondisi di semua lapas, rutan, dan LPKA yang terdampak bisa tetap kondusif, pelayanan berjalan lancar, dan keamanan terjaga.”
Dalam peninjauan itu, Mashudi tak sendirian. Ia didampingi sejumlah pejabat seperti Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Direktur Kesehatan dan Perawatan, serta Direktur Kepatuhan Internal, yang bersama-sama mengecek kerusakan di lokasi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kirim Pesan Langsung ke Pasar: Jangan Panik, Fondasi Kita Kuat
Guncangan di OJK: Empat Pucuk Pimpinan Serentak Mengundurkan Diri
Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI
Polisi Coba Pendekatan Religi untuk Atasi Pemotor Lawan Arah di Lebak Bulus