Setelah berhasil ditangkap di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba, Ali langsung diikat. Kemarahan warga yang sudah memuncak pun meledak. Massa menghakiminya sendiri, dengan cara yang sangat brutal.
“Di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba dipotong kemaluannya dan dicincang-cincang,” tutur Enal mengenai adegan mengerikan yang dialami terduga pelaku itu.
Di sisi lain, pihak kepolisian telah bergerak. Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan kejadian tersebut. “(Kejadian) di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Peristiwa ini menyisakan duka dan trauma yang dalam. Di satu sisi, ada korban pelecehan yang harus berjuang pulih. Di sisi lain, sebuah kampung menyaksikan sendiri bagaimana amuk massa bisa berujung pada kekerasan balasan yang tak kalah sadis.
Artikel Terkait
Politiser Tertipu Rp 226 Juta, Perempuan 72 Tahun Dituntut 2 Tahun Bui
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat