Setelah berhasil ditangkap di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba, Ali langsung diikat. Kemarahan warga yang sudah memuncak pun meledak. Massa menghakiminya sendiri, dengan cara yang sangat brutal.
“Di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba dipotong kemaluannya dan dicincang-cincang,” tutur Enal mengenai adegan mengerikan yang dialami terduga pelaku itu.
Di sisi lain, pihak kepolisian telah bergerak. Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan kejadian tersebut. “(Kejadian) di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Peristiwa ini menyisakan duka dan trauma yang dalam. Di satu sisi, ada korban pelecehan yang harus berjuang pulih. Di sisi lain, sebuah kampung menyaksikan sendiri bagaimana amuk massa bisa berujung pada kekerasan balasan yang tak kalah sadis.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka