“Polanya begini: DA yang supply dan atur kurir. Sementara DON yang menyuplai barang narkotika ke Dewi,” jelas Suyudi lebih rinci.
“Dewi yang siapkan pengemasan, lalu DON yang membiayai seluruh operasi jaringan melalui dia.”
Namun begitu, panggung kejahatan mereka akhirnya runtuh. Sang ‘Godfather’, DON, konon sudah diamankan dan sekarang berada di Amerika Serikat. Dia sendiri sebelumnya sudah menjadi buronan Drug Enforcement Administration (DEA) AS.
Di sisi lain, nama Dewi Astutik sendiri telah masuk red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024. Dia juga dicari oleh pemerintah Korea Selatan. Penangkapannya di Kamboja pada Senin (1/12) lalu berjalan lancar, tanpa ada perlawanan berarti.
Operasi yang menjerat gembong sabu senilai Rp 5 triliun ini ternyata buah dari kolaborasi panjang. BNN RI bekerja sama dengan banyak pihak: mulai dari BAIS perwakilan Kamboja, Kepolisian setempat, hingga KBRI Phnom Penh. Tak ketinggalan, Polri lewat Interpol, Bea Cukai, Kemenkeu, dan Kemlu juga turut andil.
Artikel Terkait
Drama Turbulent Love Tayang 16 Maret 2026, Usung Kisah Polisi Penyamar dan Pewaris Mafia
Arus Mudik Lebaran 2026: 1,1 Juta Kendaraan Sudah Keluar dari Jakarta
Antrean Kendaraan Tembus 13.000 Unit, Puncak Arus Mudik Landa Pelabuhan Merak
Sporting CP Balikkan Kekalahan 0-3, Lolos Dramatis ke Perempat Final Liga Champions